Gotong Royong Babinsa dan Warga Percepat Pembangunan Jembatan Perintis Garuda Rap Rap Langsung di Lapangan, Babinsa Kawal Bantuan BNPB untuk Warga Huntara Gedumbak Babinsa Tembuku dan Bhabinkamtibmas Sinergi Kawal Prosesi Melasti ke Segara Watu Klotok Babinsa Kawan Jenguk Kepling Puri Kanginan yang Sakit Setengah Jalan Menuju Akses Impian, Jembatan Perintis Garuda Capai 50 Persen Dandim 1705/Nabire Hadiri Sidang Daerah I GPDP Papua Tengah

KODIM

Langkah Kaki Dansatgas di Desa Tumih: Jejak Nyata Pengabdian Seorang Prajurit

badge-check


					Langkah Kaki Dansatgas di Desa Tumih: Jejak Nyata Pengabdian Seorang Prajurit Perbesar

BARITO KUALA – Di tengah teriknya matahari Desa Tumih, Kecamatan Wanaraya, suara ketukan palu berpadu dengan canda tawa anggota TNI dan warga. Di antara mereka, berdiri seorang perwira berseragam loreng yang tak segan memegang palu dan naik ke atap rumah — dia adalah Letkol Inf Andika Suseno, S.I.P, Dansatgas TMMD Ke-126 Kodim 1005/Barito Kuala.

Bukan kunjungan seremonial, tapi langkah nyata seorang pemimpin yang ingin memastikan warganya benar-benar merasakan kehadiran TNI. Rumah yang ia sambangi adalah milik Kai Salamun, seorang pria lanjut usia yang dulunya pernah menjadi warga transmigran di Aceh, namun kini hidup kembali di Barito Kuala dengan segala keterbatasan.

“Semula rumah milik Kai Salamun ini sangat memprihatinkan,” tutur Letkol Andika, sembari menatap pengerjaan yang berlangsung, Selasa (14/10).

“Dalam program TMMD Ke-126 ini, kami jadikan rumah beliau sebagai salah satu sasaran fisik tambahan. Ada dua rumah yang kami rehab agar warga bisa tinggal lebih layak,” jelasnya.

Rumah lama Kai Salamun berukuran hanya 5×4 meter, berdinding papan rapuh dan beralaskan tanah. Kini, berkat kerja keras Satgas TMMD bersama warga setempat, rumah itu diperluas menjadi 5×6 meter, lengkap dengan atap dan lantai yang akan menjadi lebih kokoh.

“Meskipun tidak seperti rumah di kota, kami berharap Kai Salamun dan keluarganya dapat tinggal dengan lebih layak. Ini bukan sekadar membangun rumah, tapi menumbuhkan harapan,” ungkap Letkol Andika dengan nada tegas namun hangat.

TMMD bukan hanya program pembangunan. Ia adalah perwujudan makna mendalam dari kemanunggalan TNI dan rakyat.

“Kami ingin menghidupkan kembali semangat pendahulu kita: Derita rakyat adalah derita kami juga. Melalui TMMD, kami ingin hadir bukan sekadar melihat, tapi ikut berjuang,” ujarnya penuh makna.

Sementara itu, Kai Salamun, dengan mata berkaca-kaca, menatap rumahnya yang perlahan berubah. Suaranya bergetar ketika mengucap terima kasih.

“Terima kasih, terima kasih kepada warga dan bapak-bapak TNI. Saya tidak sangka rumah ini akan menjadi baik dan layak, meskipun dalam proses perehaban. Semoga Allah membalas semua kebaikan kalian,” ujarnya lirih, menunduk menahan haru.

Program TMMD Ke-126 di Barito Kuala ini menjadi bukti nyata bahwa kepedulian TNI terhadap rakyat bukan sekadar slogan. Di tangan prajurit yang bekerja tanpa pamrih, kemanusiaan dan gotong royong kembali tumbuh subur di tanah pedesaan.(1005).

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Gotong Royong Babinsa dan Warga Percepat Pembangunan Jembatan Perintis Garuda Rap Rap

19 April 2026 - 17:56 WIB

Langsung di Lapangan, Babinsa Kawal Bantuan BNPB untuk Warga Huntara Gedumbak

19 April 2026 - 17:53 WIB

TNI dan Warga Gotong Royong Siapkan Material Jembatan Garuda, Alat Berat Dikerahkan Gali Pondasi

19 April 2026 - 14:06 WIB

Anyaman Besi Jembatan Garuda Mulai Dibentuk, Gotong Royong TNI Dan Warga Desa Tukang Langit Kian Solid

19 April 2026 - 14:04 WIB

Babinsa Koramil Jaya Lakukan Monitoring Harga Sembako di Pasar Tradisional

19 April 2026 - 12:45 WIB

Trending di KODIM