Antisipasi Potensi Gangguan Kamtibmas, Babinsa Dan Bhabinkamtibmas Pejukutan Evakuasi ODGJ Di Banjar Pendem Kompak Dan Solid, TNI Polri Dan Pecalang Di Desa Akah Amankan Upacara Ngangget Don Bingin Gelar Pendampingan Posyandu Balita, Kopda Komang Puspantara Motivasi Orang Tua manfaatkan Posyandu secara optimal Danrem 044/Gapo : TMMD ke-128 Harus Tepat Sasaran dan Berdampak Nyata Bagi Masyarakat Gotong Royong Babinsa dan Warga Percepat Pembangunan Jembatan Perintis Garuda Rap Rap Langsung di Lapangan, Babinsa Kawal Bantuan BNPB untuk Warga Huntara Gedumbak

KODIM

Letkol Andika Turun ke Lapangan, Bangun Infrastruktur dan Semangat Persaudaraan

badge-check


					Letkol Andika Turun ke Lapangan, Bangun Infrastruktur dan Semangat Persaudaraan Perbesar

BARITO KUALA – Siang itu, udara Desa Tumih terasa panas dan kering. Di antara hembusan angin sawah, suara gerinda berputar nyaring, memecah keheningan. Percikan api kecil keluar setiap kali mata gerinda menyentuh permukaan baja ringan. Di balik percikan itu, berdiri sosok berloreng hijau, Letkol Inf Andika Suseno, S.I.P., Dansatgas TMMD Ke-126 Kodim 1005/Barito Kuala.

Dengan gerinda di tangannya, Letkol Andika memotong batang demi batang baja ringan yang akan dijadikan kerangka tower pengeras suara di Mushola Nurul Ikhsan, Desa Tumih, Kecamatan Wanaraya. Gerakannya mantap, terukur, dan penuh kehati-hatian — seolah setiap potongan logam itu bukan sekadar pekerjaan, tapi bagian dari ibadah.

Mushola Nurul Ikhsan menjadi salah satu sasaran fisik tambahan dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-126, yang digelar sejak 8 Oktober hingga 6 November 2025. Di tempat kecil itulah, warga desa kerap berkumpul, berdoa, dan menjalin silaturahmi. Kini, dengan dibangunnya tower pengeras suara, suara azan dan panggilan ibadah akan terdengar lebih jauh, menyentuh hati setiap warga di penjuru desa.

Bagi Letkol Andika, memegang gerinda bukan hal baru. Namun, kali ini ada makna lain di balik percikan logam itu. “Kami ingin TMMD ini bukan hanya tentang membangun jalan atau rumah, tetapi juga membangun sarana ibadah yang menghidupkan kebersamaan warga. Di sinilah nilai kemanunggalan TNI dengan rakyat benar-benar terasa,” ujarnya sambil menyeka keringat di pelipis.

Di sekelilingnya, beberapa prajurit dan warga turut membantu — menahan baja, mengukur panjang, hingga membersihkan sisa potongan logam. Mereka bekerja dengan irama yang serasi, diwarnai canda ringan dan semangat gotong royong yang tulus.

Suara gerinda yang biasanya dianggap bising, sore itu terdengar seperti melodi pengabdian. Ia menjadi simbol kerja keras, kepedulian, dan kedekatan antara TNI dan masyarakat. Dari percikan api logam yang berhamburan, lahir semangat baru bahwa membangun desa bukan sekadar urusan fisik, tetapi juga membangun jiwa dan harapan warga di dalamnya.

Ketika matahari mulai turun di ufuk barat, potongan baja ringan itu perlahan tersusun menjadi bentuk menara kecil. Di sanalah nanti, pengeras suara akan berdiri tegak — menjadi saksi bahwa di Desa Tumih, ada pengabdian yang lahir dari ketulusan seorang prajurit dan rakyat yang selalu bergandengan tangan.(1005).

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kodim 0425/Seluma Laksanakan Pra-TMMD Pembuatan Sumur Bor di Desa Lubuk Lagan

21 April 2026 - 18:41 WIB

TMMD Ke-128 Kodim 0425/Seluma Bangun RTLH, Ibu Betauna (75) Sampaikan Terima Kasih

21 April 2026 - 18:37 WIB

Kodim 0425/Seluma Laksanakan Gladi Persiapan Pembukaan TMMD ke-128

21 April 2026 - 18:34 WIB

Kodim 0425/Seluma Laksanakan Gladi Persiapan Pembukaan TMMD ke-128

21 April 2026 - 18:27 WIB

Kerja Keras di Lapangan, Progres Jembatan Garuda Kian Terlihat

21 April 2026 - 16:47 WIB

Trending di KODIM