
Kabupaten Bima – Babinsa Desa Ntonggu, Koramil jajaran Kodim 1608/Bima, melaksanakan kegiatan senam ceria bersama para siswa SDN 02 Ntonggu sebagai upaya trauma healing pasca peristiwa penyegelan sekolah oleh oknum masyarakat beberapa waktu lalu. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu (17/01/2026).
Kegiatan yang berlangsung penuh keceriaan ini diikuti oleh para siswa dengan antusias. Melalui gerakan senam yang sederhana, permainan edukatif, serta pendekatan yang humanis dan persuasif, Babinsa berupaya mengembalikan rasa aman, nyaman, dan semangat belajar anak-anak di lingkungan sekolah.
Dandim 1608/Bima, Letkol Arh Samuel Asdianto Limbongan, S.Ikom., M.Sc., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian TNI terhadap kondisi psikologis anak-anak, khususnya setelah mengalami peristiwa yang berdampak pada aktivitas belajar mengajar.
“Kami hadir untuk memberikan rasa aman dan dukungan moril kepada anak-anak. Trauma yang mereka alami harus segera dipulihkan agar tidak mengganggu tumbuh kembang serta semangat belajar mereka. Senam ceria ini menjadi salah satu metode sederhana namun efektif untuk membangun kembali keceriaan, rasa percaya diri, dan kebahagiaan anak-anak,” ujar Dandim.
Lebih lanjut, Dandim menegaskan bahwa TNI melalui peran Babinsa akan terus bersinergi dengan pihak sekolah, pemerintah desa, serta seluruh elemen masyarakat guna menciptakan situasi yang kondusif dan mendukung kelancaran proses pendidikan di wilayah Kabupaten Bima.
Kepala Sekolah SDN 02 Ntonggu Musbiawan S.pd., menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan tersebut. Kehadiran Babinsa dinilai mampu memberikan dampak positif bagi para siswa, baik secara psikologis maupun sosial. Diharapkan, melalui kegiatan ini, anak-anak dapat kembali menjalani aktivitas belajar mengajar dengan penuh semangat, rasa aman, dan kebahagiaan.
Kodim 1608/Bima berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah, tetapi juga dalam mendukung aspek sosial dan kemanusiaan, khususnya bagi generasi muda sebagai penerus bangsa.