
ACEH BARAT – Upaya pemulihan pascabencana banjir terus dilakukan oleh TNI AD melalui Kodim 0105/Aceh Barat. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah dengan mengerahkan alat berat untuk membuka kembali akses Jalan Jambak–Sikundo yang sebelumnya terhenti akibat terjangan banjir dan longsoran material, Selasa (20/01/2026).
Bencana banjir yang melanda wilayah tersebut mengakibatkan badan jalan tertutup lumpur tebal, kayu, bebatuan, serta material lainnya sehingga tidak dapat dilalui kendaraan maupun masyarakat. Kondisi ini berdampak langsung terhadap aktivitas warga, terutama dalam hal mobilitas, distribusi hasil pertanian, serta akses menuju fasilitas umum.
Dandim 0105/Aceh Barat, Letkol Inf S. Kembaren, S.E., M.I.P., CFrA., mengatakan bahwa pembukaan akses jalan menjadi salah satu prioritas utama dalam penanganan pascabencana. Pasalnya, Jalan Jambak–Sikundo merupakan jalur vital yang menghubungkan beberapa gampong dan menjadi akses utama bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Setelah menerima laporan dari masyarakat dan aparat desa terkait terputusnya akses jalan akibat banjir, kami langsung berkoordinasi dan mengambil langkah cepat dengan mengerahkan alat berat serta personel ke lokasi,” ujar Dandim.
Selain membuka akses jalan, Kodim 0105/Aceh Barat bersama unsur terkait juga melaksanakan pekerjaan normalisasi Sungai Jambak–Sikundo. Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari mulai pukul 08.00 sampai dengan 16.00 WIB dengan dukungan alat berat berupa tiga unit beko, terdiri dari satu unit Zeni TNI AD dan satu unit dari PUPR, serta satu unit buldoser dari Zeni TNI AD.
Adapun pekerjaan yang dilakukan meliputi pembuatan tanggul pengiriman arus sungai dan penyisipan badan jalan, pengerukan sungai sepanjang 90 meter di titik tiga, serta penyisipan bodi jalan sepanjang 50 meter di titik tiga. Rencana pengerjaan akan dilanjutkan dengan pembangunan tanggul pengalihan arus sungai di titik tiga dengan target penyelesaian selama enam hari.
Selain mengerahkan alat berat, personel TNI dari Koramil setempat juga turun langsung ke lapangan untuk membantu proses pembersihan. Mereka bahu-membahu bersama masyarakat membersihkan sisa-sisa lumpur, kayu, dan bebatuan demi mempercepat pembukaan akses jalan.
Dandim menegaskan bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat dalam situasi bencana merupakan bentuk nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. “Kami akan terus berupaya hadir dan membantu masyarakat sampai kondisinya benar-benar pulih. Ini adalah bentuk tanggung jawab dan pengabdian TNI kepada rakyat,” tegasnya.
Sementara itu, masyarakat setempat mengaku sangat terbantu dengan langkah cepat yang dilakukan oleh Kodim 0105/Aceh Barat. Sejak akses jalan terputus, aktivitas warga menjadi terhenti dan harus memutar melalui jalur lain yang jaraknya cukup jauh. Dengan dibukanya kembali jalan ini, warga dapat kembali beraktivitas seperti biasa.
Pembukaan akses Jalan Jambak–Sikundo dan normalisasi sungai diharapkan dapat memperlancar distribusi logistik, memudahkan akses menuju fasilitas kesehatan dan pendidikan, serta menggerakkan kembali roda perekonomian masyarakat pascabencana banjir.
Kodim 0105/Aceh Barat juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih belum menentu. Dengan langkah cepat dan kerja sama semua pihak, diharapkan kondisi wilayah terdampak banjir di Kabupaten Aceh Barat dapat segera pulih dan aktivitas masyarakat kembali berjalan normal.(0105).