“Air Itu Harapan Kami…” Kisah Bapak Jamingan di Titik Sumur Bor Desa Kubu Batu

waktu baca 2 menit
Senin, 23 Feb 2026 13:44 2 jalu.atmaja88@gmail.com

Pesawaran — Di sudut Desa Kubu Batu, suara truk terdengar memecah pagi. Material split, pasir, dan semen mulai diturunkan satu per satu. Debu beterbangan, butiran pasir jatuh membentuk tumpukan, sementara prajurit dan warga sigap menyusun rencana pembangunan pondasi water station di titik sumur bor atas nama Bapak Jamingan.
Program TMMD ke-127 yang digelar Kodim 0421/Lampung Selatan tak hanya menghadirkan pembangunan fisik — tetapi membawa denyut harapan yang lama dinantikan warga.

Bapak Jamingan berdiri tak jauh dari lokasi. Wajahnya penuh harap. Saat ditanya apa arti pembangunan ini baginya, ia menarik napas panjang.
“Pak… kalau air ini benar-benar mengalir lancar nanti,” ucapnya lirih, “kami tidak perlu lagi berjalan jauh saat kemarau. Anak-anak bisa sekolah tanpa harus bangun terlalu pagi hanya untuk cari air.”
Seorang anggota satgas tersenyum sambil mengangkat sekop.

“Kami di sini bukan hanya bangun pondasi, Pak. Kami bangun masa depan,” jawabnya tegas.
Dropping material terus berlangsung. Karung semen disusun rapi, split ditata sebagai dasar kekuatan pondasi. Di bawah terik matahari, prajurit dari Tentara Nasional Indonesia dan warga bahu membahu tanpa sekat. Keringat mengalir, tapi tak satu pun mengeluh.

“Semoga ini jadi berkah untuk kampung kami,” tambah Bapak Jamingan, suaranya bergetar menahan haru.
Di titik itu, pondasi water station akan berdiri kokoh. Dari sana, air akan mengalir — bukan hanya sebagai kebutuhan dasar, tetapi sebagai simbol bahwa negara hadir di tengah rakyatnya.
Karena di Desa Kubu Batu, hari itu bukan sekadar dropping material.
Itu adalah hari ketika harapan mulai dicor dengan semen pengabdian.
Dan dari pondasi itu, kehidupan baru akan berdiri tegak.

LAINNYA