
Pesawaran — Pemandangan berbeda terlihat di lokasi sasaran rabat beton program TMMD ke-127 yang dilaksanakan Kodim 0421/Lampung Selatan di Desa Tanjung Rejo. Bukan kendaraan berat atau alat modern canggih, melainkan angkong sederhana yang menjadi alat utama mengangkut adukan semen menuju titik pengecoran.
Adukan semen hasil campuran molen dituangkan ke dalam angkong, kemudian didorong secara manual oleh prajurit bersama warga. Meski tampak sederhana, proses tersebut membutuhkan tenaga, ketelitian, dan kekompakan. Medan tanah yang belum rata serta beban material yang berat menjadi tantangan tersendiri di lapangan.
Komandan Satgas TMMD menjelaskan bahwa pengerjaan rabat beton dilakukan secara gotong royong guna mempercepat pembangunan akses jalan desa. “Setiap dorongan angkong adalah bagian dari komitmen kami untuk membantu masyarakat. Jalan ini nantinya akan mempermudah aktivitas warga, mulai dari anak sekolah hingga petani membawa hasil panen,” ujarnya.
Antusiasme masyarakat terlihat dari keterlibatan aktif dalam setiap tahapan pekerjaan. Prajurit dari Tentara Nasional Indonesia dan warga bahu-membahu meratakan serta memadatkan beton agar menghasilkan konstruksi yang kuat dan tahan lama.
Program TMMD ke-127 tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat kebersamaan antara TNI dan rakyat. Melalui pengerjaan rabat beton ini, diharapkan akses transportasi desa semakin baik, sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat setempat.
Dengan semangat kebersamaan, angkong sederhana itu menjadi simbol bahwa pembangunan dapat terwujud melalui kerja keras, solidaritas, dan pengabdian nyata di tengah masyarakat.