
TAPIN – Di tengah hamparan sawah yang basah dan berlumpur, tampak seorang prajurit TNI berdiri di atas alat pembajak tanah sambil mengarahkan traktor tangan. Kakinya tenggelam di lumpur, namun semangatnya tetap tegak. Pemandangan itu memperlihatkan kedekatan TNI dengan rakyat, khususnya para petani di pedesaan.
Aksi tersebut dilakukan oleh Babinsa Koramil 1010-07/Piani Kodim 1010/Tapin, Sertu Yuliansyah, yang turun langsung membantu petani membajak sawah di Kampung Impat, Desa Binderang, Kecamatan Lokpaikat, Sabtu (7/3/2026).
Dengan penuh semangat, Sertu Yuliansyah membantu mengoperasikan traktor tangan bersama seorang petani setempat. Sesekali ia menyeimbangkan alat di tengah lumpur sawah yang licin, sementara petani mengarahkan jalur pembajakan agar tanah siap ditanami kembali.
Meski sedang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan, hal itu tidak menyurutkan langkahnya untuk tetap hadir di tengah masyarakat.
“Sebagai Babinsa, kami memang harus selalu dekat dengan warga. Apalagi petani yang menjadi ujung tombak ketahanan pangan. Walaupun sedang berpuasa, kami tetap semangat membantu agar proses pengolahan lahan bisa lebih cepat selesai,” ujar Sertu Yuliansyah.
Menurutnya, pendampingan kepada petani merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial yang tidak hanya sebatas memberikan motivasi, tetapi juga ikut merasakan langsung kerja keras para petani di lapangan.
Sementara itu, Danramil 1010-07/Piani Kapten Inf Waluyo mengatakan bahwa keterlibatan Babinsa dalam kegiatan pertanian merupakan bentuk dukungan TNI terhadap program ketahanan pangan nasional.
“Babinsa kami dorong untuk selalu aktif mendampingi para petani di wilayah binaannya. Kehadiran mereka diharapkan dapat memberikan semangat sekaligus membantu percepatan pengolahan lahan sehingga musim tanam bisa berjalan tepat waktu,” jelasnya.
Ia menambahkan, kebersamaan antara Babinsa dan petani seperti yang terlihat di Desa Binderang menjadi gambaran nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Di atas lumpur sawah yang lengket, kerja sama itu seakan menjadi simbol bahwa ketahanan pangan tidak hanya dibangun dengan alat dan teknologi, tetapi juga dengan kebersamaan, kepedulian, dan semangat gotong royong.(1010).