Kemanunggalan TNI-Rakyat, Babinsa Koramil 1612-05/Satar Mese Bantu Warga Bangun Fasilitas Sosial

waktu baca 2 menit
Kamis, 19 Mar 2026 13:32 5 jalu.atmaja88@gmail.com

SATAR MESE BARAT – Sebuah potret kepedulian sosial yang mendalam tersaji di Desa Terong, Kecamatan Satar Mese Barat, Kabupaten Manggarai, Selasa (18/03/2026). Di tengah teriknya matahari, Sertu Kusumaningrat, Babinsa Koramil 1612-05/Satar Mese, tampak membaur bersama warga dalam satu misi mulia: membangun pondok perlindungan bagi warga dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Kegiatan gotong royong ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan simbol hadirnya negara dan masyarakat bagi mereka yang seringkali terlupakan.

Sejak pagi buta, suasana di lokasi pembangunan sudah dipenuhi semangat kebersamaan. Sertu Kusumaningrat tanpa ragu ikut memikul kayu, memasang tiang tumpuan, hingga merapikan material bangunan. Pondok sederhana ini dirancang untuk menjadi tempat bernaung yang lebih aman dan manusiawi bagi warga yang membutuhkan perhatian khusus di desa tersebut.

Kehadiran sang Babinsa di tengah riuh rendah warga menjadi suntikan moral yang luar biasa. Ia tidak hanya menyumbangkan tenaga fisik, tetapi juga terus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga solidaritas dan menghapus stigma terhadap penderita gangguan kesehatan mental.

Sertu Kusumaningrat menegaskan bahwa keterlibatannya adalah bagian tak terpisahkan dari tugas pembinaan teritorial dan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.

“Kami hadir karena kami peduli. Pembangunan pondok ini sangat krusial agar saudara-saudara kita yang mengalami gangguan kesehatan mental memiliki tempat yang layak, aman, dan terlindungi. Ini adalah tanggung jawab moral kita bersama,” ungkap Sertu Kusumaningrat dengan penuh ketulusan di sela kegiatannya.

Melalui kolaborasi harmonis antara Babinsa dan warga Desa Terong, pembangunan pondok ini diharapkan rampung dalam waktu dekat. Aksi ini menjadi bukti kuat bahwa di pelosok Manggarai, nilai-nilai luhur gotong royong dan empati sosial masih tetap tegak berdiri sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat.

Pondok yang sedang dibangun tersebut bukan sekadar struktur kayu dan atap, melainkan “rumah harapan” yang dibangun dengan ketulusan hati para prajurit dan warga setempat.

LAINNYA