HULU SUNGAI SELATAN – Komando Distrik Militer (Kodim) 1003/Hulu Sungai Selatan (HSS) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program prioritas pemerintah pusat. Melalui pembangunan Jembatan Perintis Garuda berkontruksi beton di Desa Karang Jawa Muka Kecamatan Padang Batung Kabupaten HSS, TNI hadir menjawab keresahan masyarakat terkait infrastruktur jembatan yang sudah rapuh dan mengancam keselamatan warga.
Pembangunan jembatan ini merupakan implementasi nyata arahan Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, yang dilaksanakan serentak oleh jajaran TNI di seluruh Indonesia. Program ini menyasar wilayah wilayah yang masih terisolir atau terpencil agar terhubung dengan pusat pertumbuhan ekonomi, pendidikan, dan layanan kesehatan. Minggu (12/4/26)
Kapten Inf Yus Kristali, salah satu Perwira Kodim 1003/HSS yang ditemui di lokasi pembangunan, menjelaskan bahwa kondisi jembatan kayu sebelumnya sudah sangat memprihatinkan.
“Konstruksi kayu yang sudah lapuk sangat membahayakan. Warga, termasuk anak anak sekolah dan ibu ibu yang ke pasar, setiap hari melintas dengan rasa was was. Kalau dibiarkan, bisa memakan korban jiwa. Karena itu pembangunan Jembatan Perintis Garuda ini menjadi jawaban atas keresahan masyarakat,” ungkap Kapten Inf Yus Kristali
Ia menambahkan, jembatan di Desa Karang Jawa Muka bukan satu satunya yang dibangun. “Masih ada dua titik lainnya yang sedang kita kerjakan di wilayah Kecamatan Loksado. Semua ini bagian dari program yang sama, untuk membuka keterisolasian,” tegasnya.
Proses pembangunan jembatan dilakukan dengan metode gotong royong antara personel TNI dan masyarakat setempat. Sinergi ini menjadi bukti bahwa kemanunggalan TNI dengan rakyat masih terjaga kuat.
“Ini adalah tugas pokok pasukan teritorial di wilayah, yaitu pembinaan teritorial dan membantu mengatasi kesulitan rakyat di sekelilingnya. Operasi militer selain perang ya seperti ini wujudnya,” jelas Kapten Yus Kristali.
Bapak Supriyadi, warga Desa Karang Jawa Muka yang turut bergotong royong sejak hari pertama, tidak bisa menyembunyikan rasa gembiranya.
“Dulu jembatan kayu kalau diinjak goyang semua. Kalau musim hujan licin, anak anak saya takut jatuh ke sungai. Alhamdulillah sekarang diganti beton sama TNI. Kami tidak perlu khawatir lagi soal keselamatan,” tuturnya.
Ia mewakili warga Karang Jawa Muka dan Desa Tabihi menyampaikan apresiasi langsung. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Presiden RI Bapak Prabowo Subianto. Melalui TNI Kodim 1003/HSS, keresahan kami akhirnya dijawab. Jembatan beton ini akan kami jaga bersama,” ucap Supriyadi sambil tersenyum lebar.
Kodim 1003/HSS menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur di wilayah teritorial akan terus berlanjut sesuai skala prioritas dan tingkat urgensi. Jembatan Perintis Garuda menjadi simbol bahwa negara hadir hingga ke pelosok, dan TNI selalu berada di garda terdepan membantu rakyat.
Dengan selesainya jembatan ini, diharapkan roda perekonomian warga semakin bergerak, anak-anak semakin semangat bersekolah, dan akses layanan dasar semakin merata. Kodim 1003/HSS mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama merawat hasil pembangunan ini agar manfaatnya bisa dirasakan lintas generasi.
@pendim1003
