Lahat — Terik matahari yang menyinari Desa Lubuk Tampang, Kecamatan Kikim Timur, tak menyurutkan semangat Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 0405/Lahat. Dengan penuh ketelitian, satu per satu bata disusun rapi sebagai bagian dari pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik warga, Jumat (24/4/2026).
Keringat yang mengalir menjadi bukti nyata dedikasi para prajurit. Mereka bekerja tanpa mengenal lelah, memastikan setiap susunan bata terpasang kuat demi menghadirkan hunian yang aman dan layak bagi masyarakat.
Kepala Desa Lubuk Tampang, Taufiqurahman, mengaku terharu menyaksikan langsung proses pembangunan tersebut. Ia menilai, apa yang dilakukan Satgas bukan sekadar pekerjaan fisik, tetapi juga membawa harapan baru bagi warganya.
“Satgas bekerja dengan penuh semangat. Ini bukan hanya membangun rumah, tapi juga membangun harapan warga,” ujarnya.
Pembangunan RTLH ini dilakukan secara gotong royong antara Satgas TMMD dan masyarakat sekitar. Kebersamaan itu menghadirkan suasana hangat di tengah aktivitas pembangunan, mempererat hubungan antara TNI dan warga.
Salah satu warga, Andi (35), mengaku bersyukur melihat perubahan yang terjadi. Rumah yang sebelumnya tidak layak huni kini perlahan berdiri kokoh berkat kerja keras bersama.
“Melihat mereka bekerja seperti ini, kami sangat bersyukur. Ini benar-benar membantu masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Dansatgas TMMD ke-128 Kodim 0405/Lahat, Letkol Inf David Jihandika Henry Wijayanto, SH., M.Sos., menegaskan bahwa pembangunan RTLH menjadi salah satu prioritas utama dalam program TMMD.
“Setiap bata yang kami pasang adalah bentuk pengabdian kepada masyarakat. Kami ingin warga memiliki tempat tinggal yang layak dan nyaman,” jelasnya.
Seiring waktu, dinding rumah mulai terbentuk, menghadirkan harapan baru bagi pemiliknya. Di Desa Lubuk Tampang, program TMMD tidak hanya meninggalkan bangunan fisik, tetapi juga menghadirkan kehidupan yang lebih baik—dimulai dari satu bata, satu harapan.






