Dandim 0408/BS Pastikan Pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda Berjalan Sesuai Rencana Momen Sejuk di Sela Pembangunan: TNI, Mahasiswa, dan Warga Lubuk Lagan Bersatu dalam Saf Shalat Jumat Tak Hanya Bangun Jalan, Personel TMMD 128 Kodim Seluma Aktif Jaga Pos Ronda Bersama Warga Sinergi Tanpa Batas: Satgas TMMD 128 dan Mahasiswa KKN UNIB Ubah Wajah Hunian Warga Lubuk Lagan Berikan Selamat dan Semangat kepada 137 Bintara Baru, Dandim Tabanan Hadiri Penutupan Dikmabaif 2026 Momen Kebersamaan, TNI Jadi Idola Anak-Anak

KODIM

Babinsa Jaya Edukasi Warga Cegah Karhutla, Ingatkan Bahaya Membuka Lahan dengan Cara Membakar

badge-check


					Babinsa Jaya Edukasi Warga Cegah Karhutla, Ingatkan Bahaya Membuka Lahan dengan Cara Membakar Perbesar

ACEH JAYA – Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus dilakukan di wilayah Kabupaten Aceh Jaya, terutama di daerah yang masih memiliki aktivitas perkebunan dan pembukaan lahan. Salah satu langkah nyata terlihat saat anggota Koramil 01/Jaya Kodim 0114/Aceh Jaya, Kopka Aris Kartiko, melaksanakan patroli sekaligus sosialisasi kepada masyarakat di Desa Lhuet, Kecamatan Jaya, Senin (27/4/2026).

Di tengah kegiatan tersebut, Kopka Aris Kartiko menyusuri sejumlah titik kebun warga untuk memastikan kondisi lingkungan tetap aman dari potensi kebakaran. Selain patroli, ia juga menyempatkan diri berdialog langsung dengan masyarakat yang sedang beraktivitas di kebun.

Dalam kesempatan itu, ia memberikan pemahaman kepada warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Menurutnya, cara tersebut tidak hanya berbahaya bagi lingkungan sekitar, tetapi juga dapat memicu kebakaran yang lebih luas dan sulit dikendalikan, terutama pada musim panas atau saat kondisi cuaca kering.

Kegiatan patroli ini bukan hanya sekadar pengecekan rutin, tetapi juga menjadi sarana edukasi langsung kepada masyarakat. Pendekatan secara humanis dilakukan agar pesan yang disampaikan lebih mudah dipahami dan diterima oleh warga.

Di Desa Lhuet sendiri, sebagian masyarakat masih menggantungkan hidup dari sektor perkebunan. Aktivitas membuka lahan untuk pertanian atau kebun baru masih kerap dilakukan, sehingga risiko terjadinya kebakaran lahan perlu menjadi perhatian bersama.

Kopka Aris Kartiko dalam sosialisasinya menekankan bahwa pembakaran lahan dapat menimbulkan dampak yang sangat luas. Selain merusak lingkungan dan ekosistem, asap yang dihasilkan juga dapat mengganggu kesehatan masyarakat, terutama anak-anak dan lansia.

Ia juga mengingatkan bahwa tindakan membuka lahan dengan cara membakar bukan hanya berisiko secara lingkungan, tetapi juga memiliki konsekuensi hukum. Pelaku pembakaran lahan dapat dikenakan sanksi pidana sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Penjelasan tersebut disampaikan dengan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami oleh masyarakat. Warga yang ditemui pun terlihat mendengarkan dengan baik dan merespons positif imbauan yang diberikan.

Patroli karhutla seperti ini menjadi bagian dari upaya pencegahan dini yang terus dilakukan oleh aparat kewilayahan. Dengan turun langsung ke lapangan, potensi kebakaran dapat diantisipasi sejak awal sebelum berkembang menjadi kejadian yang lebih besar.

Selain memberikan imbauan, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan. Kesadaran kolektif dinilai menjadi kunci utama dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Dalam beberapa tahun terakhir, isu karhutla menjadi perhatian serius di berbagai daerah di Indonesia. Dampaknya tidak hanya dirasakan secara lokal, tetapi juga dapat meluas hingga menyebabkan gangguan kabut asap yang mempengaruhi kesehatan dan aktivitas masyarakat.

Oleh karena itu, peran serta masyarakat sangat dibutuhkan dalam menjaga lingkungan. Tanpa dukungan dari warga, upaya pencegahan yang dilakukan aparat tidak akan berjalan maksimal.

Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat juga memberikan dampak positif dalam membangun komunikasi yang baik. Warga merasa lebih dekat dan tidak sungkan untuk menyampaikan kondisi yang terjadi di lingkungan sekitar mereka.

Di sela patroli, Kopka Aris Kartiko juga mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam mengelola lahan. Ia menyarankan agar pembukaan lahan dilakukan dengan cara yang aman dan ramah lingkungan, sehingga tidak menimbulkan risiko kebakaran.

Pendekatan persuasif seperti ini dinilai lebih efektif dibandingkan hanya memberikan larangan. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat diharapkan dapat ikut berperan aktif dalam menjaga wilayah mereka dari ancaman kebakaran.

Kegiatan patroli karhutla di Desa Lhuet berjalan dengan lancar dan mendapat sambutan baik dari warga. Mereka menyadari bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas aparat, tetapi juga tanggung jawab bersama seluruh masyarakat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya kebakaran hutan dan lahan semakin meningkat. Langkah kecil seperti tidak membakar lahan dapat memberikan dampak besar bagi keselamatan lingkungan dan kehidupan banyak orang.

Apa yang dilakukan di wilayah Desa Lhuet menjadi pengingat bahwa pencegahan selalu lebih baik daripada penanganan. Dengan kerja sama antara aparat dan masyarakat, potensi karhutla dapat ditekan, sehingga lingkungan tetap aman, sehat, dan lestari untuk generasi mendatang.(0114).

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Personel Gabungan Percepat Distribusi Material ke Titik Pancang Jembatan Garuda

27 April 2026 - 14:07 WIB

Dandim 1412/Kolaka Ambil Jam Komandan, Tekankan Anggota Hindari Pelanggaran

27 April 2026 - 14:02 WIB

Danramil 1309/Wori Bersama Babinsa dan Masyarakat Laksanakan Pemeliharaan Jembatan Gantung Perintis Garuda

27 April 2026 - 13:54 WIB

Sentuhan Akhir Penuh Presisi, Jembatan Perintis Garuda Masuki Tahap Pengacian

27 April 2026 - 13:52 WIB

Arahan Tegas Dandim Tabanan: Atur Kendaraan Dinas, Jaga Kesehatan, dan Dukung Program KDMP

27 April 2026 - 13:49 WIB

Trending di KODIM