Gresik – Semangat gotong royong yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia terpancar kuat di Desa Slempit, Kecamatan Kedamean. Melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128, personel Kodim 0817/Gresik bahu-membahu dengan penduduk setempat membangun Tembok Penahan Tanah (TPT) di jalur pertanian desa.
Tepat pada Minggu (10/05/2026), aktivitas di tengah persawahan hijau tersebut terlihat sangat intens. Meskipun matahari menyengat, para prajurit dan warga seolah tidak mengenal lelah untuk menyelesaikan penyusunan batu demi batu yang akan memperkuat akses utama para petani tersebut.
Pemandangan menarik terlihat saat Serda Iwan bekerja di garis depan bersama masyarakat tanpa ada sekat formalitas. Peluh yang mengalir menjadi saksi betapa kuatnya ikatan emosional yang terbangun antara TNI dan warga dalam mencapai tujuan pembangunan yang sama.
Kegiatan yang berlangsung pada Minggu (10/05/2026) ini bertujuan untuk memastikan jalan usaha tani tidak mudah tergerus erosi. Dengan infrastruktur yang lebih stabil, biaya operasional petani saat mengangkut hasil panen diharapkan dapat ditekan serendah mungkin.
Sambil mengatur letak material, Serda Iwan menekankan pentingnya kualitas hasil pengerjaan demi kebermanfaatan jangka panjang. “Kalau jalan usaha tani bagus dan kuat, petani juga akan lebih mudah saat membawa hasil panen. Kami ingin apa yang dikerjakan melalui TMMD ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Serda Iwan dengan penuh semangat.
Kehadiran Satgas TMMD di Desa Slempit memberikan warna baru bagi kehidupan sosial masyarakat setempat. Keakraban yang terjalin selama proses pengerjaan fisik membuktikan bahwa TNI selalu hadir di tengah-tengah rakyat untuk memberikan solusi atas kendala infrastruktur di pedesaan.
Melalui semangat kebersamaan ini, TMMD ke-128 berhasil membuktikan bahwa kemanunggalan TNI dengan rakyat tetap terjaga dengan baik. Proyek TPT ini diharapkan selesai tepat waktu sehingga dapat segera menunjang roda perekonomian para petani di Desa Slempit.

