Cilegon – Beragam cara kreatif dilakukan oleh jajaran TNI untuk memelihara kebugaran sekaligus mempererat kemanunggalan bersama rakyat di lokasi sasaran fisik. Memasuki hari ke-25 pelaksanaan program TMMD ke-128, Kodim 0623/Cilegon menerapkan strategi pendekatan humanis yang menyegarkan. Personel Satgas mengajak masyarakat Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, untuk bertanding bola voli bersama sebelum memulai aktivitas pembangunan infrastruktur yang menguras energi pada Minggu (17/05/2026).
Aktivitas olahraga subuh ini sengaja disisipkan di sela-sela padatnya jadwal renovasi sebagai sarana rekreasi yang efektif bagi para prajurit dan warga setempat. Lapangan desa yang biasanya sepi mendadak riuh oleh sorak sorai serta tawa ceria dari kedua belah pihak yang membaur tanpa jarak. Ketegangan otot dan rasa lelah setelah berminggu-minggu melakukan kerja keras di lokasi sasaran fisik seketika mencair melalui setiap operan bola.
Interaksi informal di lapangan voli tersebut terbukti membawa dampak sosial yang luar biasa dalam meruntuhkan sekat psikologis antara aparat dan masyarakat. Hubungan emosional yang terbangun lewat olahraga bersama membuat komunikasi dua arah kini mengalir lebih santai dan penuh kekeluargaan. Kedekatan ini secara otomatis memicu peningkatan motivasi gotong royong warga karena mereka kini menganggap kehadiran prajurit TNI sudah seperti bagian dari keluarga sendiri.
“Olahraga bola voli ini bukan sekadar mencari keringat, melainkan strategi murni untuk mempererat hubungan sosial dan membangun komunikasi yang harmonis dengan warga setempat,” tegas salah satu perwakilan Satgas TMMD ke-128 Kodim 0623/Cilegon di lokasi kegiatan. Melalui taktik pendekatan sosial yang cair ini, pihak Kodim Cilegon berharap jalinan silaturahmi yang kokoh tersebut dapat terjaga secara permanen demi menjaga kondusivitas keamanan wilayah.
Respons positif juga diutarakan oleh salah seorang pemuda Kelurahan Mekarsari yang ikut bertanding di lapangan pagi itu. Menurutnya, karakter ramah dan bersahabat yang ditunjukkan para prajurit membuat masyarakat tidak lagi merasa canggung untuk membaur di lokasi proyek. Pendekatan sosial yang segar ini membuktikan bahwa kesuksesan program TMMD tidak hanya diukur dari persentase penyelesaian proyek fisik semata, melainkan juga dari lahirnya keharmonisan sosial yang harmonis di tengah masyarakat desa.

