SIMEULUE – Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat pesisir, Babinsa Koramil 03/Teupah Selatan Kodim 0115/Sml, Korem 012/Tu, Sertu Supriadi melaksanakan kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) bersama para nelayan di Desa Kawat, Kecamatan Teupah Selatan, Kabupaten Simeulue, Selasa (07/07/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan untuk mempererat hubungan silaturahmi dengan warga binaan sekaligus memberikan motivasi kepada para nelayan yang menjadi salah satu sektor penting penopang perekonomian masyarakat setempat. Melalui komunikasi yang terjalin secara langsung, Babinsa juga dapat mengetahui kondisi dan perkembangan situasi di lingkungan nelayan.
Dalam kesempatan itu, Sertu Supriadi menyampaikan sejumlah pesan terkait keselamatan kerja saat melaut. Menurutnya, faktor keselamatan harus selalu menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas penangkapan ikan guna menghindari risiko yang dapat membahayakan jiwa para nelayan.
“Kita semua harus selalu waspada dan mengutamakan keselamatan saat melaut. Laut merupakan sumber mata pencaharian masyarakat, namun keselamatan tetap harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas,” ujarnya.
Selain mengingatkan pentingnya keselamatan, Babinsa juga mengajak para nelayan untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan laut agar sumber daya perikanan tetap terjaga dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh generasi mendatang.
Menurutnya, laut tidak hanya menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat saat ini, tetapi juga merupakan aset yang harus dijaga keberlangsungannya untuk masa depan. Oleh karena itu, pemanfaatan sumber daya laut harus dilakukan secara bijak dan bertanggung jawab.
“Kelestarian laut sangat penting bagi generasi sekarang maupun yang akan datang. Jangan hanya memikirkan hasil tangkapan hari ini, tetapi juga harus mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap ekosistem laut,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, Sertu Supriadi juga mengingatkan para nelayan agar tidak menggunakan metode penangkapan ikan yang dapat merusak lingkungan, seperti praktik pengeboman ikan maupun cara-cara lain yang bertentangan dengan aturan.
“Cara-cara yang tidak baik seperti pengeboman ikan dapat merusak ekosistem laut, termasuk terumbu karang yang menjadi habitat penting bagi berbagai jenis ikan. Jika ekosistem rusak, maka dampaknya akan dirasakan oleh masyarakat sendiri,” tegasnya.
Melalui kegiatan komunikasi sosial tersebut, Babinsa berharap kesadaran masyarakat nelayan terhadap pentingnya keselamatan kerja dan pelestarian lingkungan laut semakin meningkat. Dengan demikian, potensi sumber daya laut di wilayah Kabupaten Simeulue dapat terus dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat.(0115).

