LAMONGAN – Ada binar bahagia yang tak bisa disembunyikan dari wajah para petani di Desa Tlemang, Kecamatan Ngimbang, Rabu (15/7).
Hari itu menjadi catatan sejarah penting bagi warga setempat seiring dibukanya secara resmi program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 oleh Komando Distrik Militer (Kodim) 0812/Lamongan bersama Pemerintah Kabupaten Lamongan.
Namun, momen paling berkesan justru terekam usai upacara pembukaan selesai. Jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Lamongan tidak langsung beranjak pulang. Dipimpin oleh Bupati Lamongan dan Komandan Kodim 0812, mereka memilih berjalan kaki, menyusuri sebuah jalur baru yang kini menjadi urat nadi perekonomian desa: Jalan Usaha Tani (JUT) Desa Tlemang.
Jalan yang dulunya berupa tanah liat pekat—yang kerap membenamkan roda traktor dan mempersulit petani mengangkut hasil panen saat musim hujan—kini telah bertransformasi. Berkat kerja keras personel TNI dan warga yang telah mencuri start sejak masa Pra-TMMD, jalan tersebut kini berdiri kokoh dan sudah selesai dikerjakan 100 persen.
Sambil menyapa warga yang berjejer di sepanjang pematang sawah, jajaran Forkopimda meninjau langsung kualitas infrastruktur tersebut. Langkah kaki para pimpinan daerah ini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk validasi langsung bahwa negara hadir di tengah kesulitan masyarakat pelosok.
Bupati Lamongan menyampaikan apresiasi mendalam atas sinergi luar biasa antara TNI dan masyarakat. Menurutnya, percepatan pembangunan JUT yang dimulai sejak Pra-TMMD adalah bukti dedikasi tanpa batas untuk kesejahteraan masyarakat.
”Jalan ini bukan sekadar hamparan beton atau batu yang tertata. Ini adalah jalur harapan. Mulai hari ini, ongkos angkut hasil panen warga Tlemang bisa dipangkas, dan distribusi pupuk tidak lagi menjadi perjuangan yang melelahkan. Inilah esensi kemanunggalan yang sesungguhnya,” ujar Bupati di sela-sela peninjauan.
Pengerjaan JUT ini sengaja digenjot sejak masa Pra-TMMD agar manfaatnya bisa segera dirasakan secara instan oleh warga begitu program TMMD resmi dibuka. Dandim 0812/Lamongan menegaskan bahwa rampungnya jalan ini adalah buah dari “gotong royong tanpa sekat” antara prajurit TNI dan warga desa yang merelakan waktu serta tenaganya demi kemajuan kampung halaman.
”Melihat senyum para petani saat melintasi jalan ini dengan motor atau angkutan mereka, itu adalah bayaran terbaik bagi keringat para prajurit kami di lapangan. TMMD hadir bukan untuk membangun infrastruktur saja, tapi membangun optimisme masyarakat desa,” tegas Dandim.
Desa Tlemang kini punya wajah baru. Kehadiran Forkopimda yang turun langsung menapakkan kaki di atas tanah perjuangan para petani menjadi simbol kuat bahwa pembangunan di Kabupaten Lamongan tidak pernah tebang pilih. Dari pinggiran desa, kesejahteraan Lamongan yang berkeadilan sedang dirajut bersama-sama. (Pendim0812)

