Rabu, Juli 15, 2026
BerandaTMMDKomandan Kodim 1015/Sampit Pimpin Apel Siaga dan Gladi Kesiapsiagaan Bencana Karhutla dan...

Komandan Kodim 1015/Sampit Pimpin Apel Siaga dan Gladi Kesiapsiagaan Bencana Karhutla dan Kekeringan

Kotawaringin Timur – Komandan Kodim 1015/Sampit, Letkol Inf Dwi Candra Setyawan S.I.P., memimpin Apel Siaga dan Gladi Kesiapsiagaan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta Kekeringan Tahun 2026 yang digelar di Halaman Parkir Stadion 29 Nopember, Jalan Cilik Riwut, Kelurahan Baamang Barat, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Rabu (15/7/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Kotawaringin Timur Irawati, S.Pd., Kasi Ops Kasrem 102/Panju Panjung Letkol Inf Abdul Jamal Husein, M.Han., Kapolres Kotawaringin Timur AKBP Resky Maulana Zulkarnain, S.H., S.I.K., M.H., Kepala Pengadilan Negeri Sampit Benny Octavianus, S.H, M.H., Kalaksa BPBD Kab. Kotim Multazam, Kasatpol PP Kab. Kotim Rihel, Kadishub Kab. Kotim Raihansyah.

Apel siaga diikuti personel gabungan yang terdiri dari Kodim 1015/Sampit, Yon TP 923/Mentaya, Yon B Pelopor Sat Brimob Polda Kalteng, Ditpolairud Polda Kalteng, Polres Kotim, Satpol PP Kab. Kotim, Dinas Perhubungan Kab. Kotim, Dinas Pemadam Kebakaran Kotim, BPBD Kotim, Basarnas Sampit, PMI Sampit, relawan kebencanaan serta unsur perusahaan pemegang izin di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur.

Dalam kesempatan tersebut, Dandim 1015/Sampit membacakan amanat Bupati Kotawaringin Timur yang berhalangan hadir. Dalam amanatnya disampaikan bahwa apel siaga dan gladi kesiapsiagaan merupakan bentuk komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan selama musim kemarau.

Melalui kegiatan ini diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara pemerintah daerah, TNI, Polri, instansi terkait, perusahaan dan masyarakat dalam upaya pencegahan maupun penanggulangan Karhutla di Kabupaten Kotawaringin Timur.

Dalam amanat tersebut juga disampaikan bahwa kebakaran hutan dan lahan dapat menimbulkan dampak yang sangat luas, mulai dari kerusakan lingkungan, hilangnya keanekaragaman hayati, gangguan kesehatan masyarakat akibat kabut asap, hingga terganggunya aktivitas transportasi dan perekonomian. Pengalaman bencana Karhutla pada tahun-tahun sebelumnya menjadi pelajaran penting agar seluruh pihak terus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan.

Usai pelaksanaan apel, kegiatan dilanjutkan dengan pengecekan sarana dan prasarana penanggulangan Karhutla serta simulasi penanganan kebakaran hutan dan lahan sebagai bentuk kesiapan personel dan peralatan apabila sewaktu-waktu terjadi bencana di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur.

Dandim 1015/Sampit, Letkol Inf Dwi Candra Setyawan S.I.P., menyampaikan bahwa melalui Apel Siaga dan Gladi Kesiapsiagaan Bencana Karhutla dan Kekeringan ini diharapkan seluruh unsur yang terlibat semakin siap menghadapi potensi bencana selama musim kemarau.

“Melalui kegiatan ini kita menyatukan komitmen, menyamakan langkah serta memastikan kesiapan personel, peralatan dan koordinasi antar instansi. Kedepan, sinergi TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, perusahaan dan seluruh elemen masyarakat harus terus diperkuat agar setiap potensi kebakaran hutan dan lahan dapat dicegah sejak dini dan ditangani secara cepat, tepat, dan terpadu,” ujar Dandim.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk ikut berperan aktif menjaga lingkungan dengan tidak membuka lahan menggunakan cara dibakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau potensi kebakaran. Menurutnya, keberhasilan pencegahan Karhutla merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kepedulian dan kerja sama seluruh pihak.

TNI

Most Popular