LAMONGAN – Deru sekop yang beradu dengan tanah dan canda tawa yang memecah keheningan pagi menjadi bukti nyata kemanunggalan TNI dan rakyat. Memasuki pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129, anggota Satgas TMMD bersama jejeran masyarakat Desa Tlemang, Kecamatan Ngimbang, tampak lebur dalam semangat gotong royong, meratakan hamparan pedel untuk pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT), Kamis (16/07).
Jalan yang dulunya becek dan sulit dilalui saat musim penghujan, kini perlahan tapi pasti mulai bersolek. Dengan peluh yang bercucuran, para prajurit berpakaian loreng bersama warga dari berbagai usia tampak tidak canggung berbaur menjadi satu.
Mereka memindahkan, meratakan, dan memastikan setiap jengkal pedel menutup permukaan jalan dengan sempurna.
Komandan Satgas TMMD ke-129 menegaskan bahwa esensi dari kegiatan ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur fisik semata, melainkan merawat roh gotong royong yang menjadi warisan luhur bangsa.
”Melihat bagaimana anggota kami dan warga Desa Tlemang menyatu tanpa sekat adalah kebahagiaan tersendiri. Jalan Usaha Tani ini adalah urat nadi perekonomian warga.
Dengan meratakannya bersama-sama, kita sedang membangun fondasi kesejahteraan yang lebih kuat untuk desa ini,” ujarnya.
Pembangunan jalan di Desa Tlemang memang menjadi salah satu sasaran fisik yang sangat dinantikan. Mayoritas penduduk yang menggantungkan hidup dari sektor pertanian membuat akses jalan yang layak menjadi kebutuhan prima. Jika akses jalan ini rampung, mobilitas hasil panen dipastikan akan lebih cepat dan biaya angkut dapat dipangkas secara signifikan.
Sementara itu, Kepala Desa Tlemang bapak Aris pramono mengungkapkan rasa haru dan bangganya atas kehadiran program TMMD di wilayahnya. Menurutnya, kehadiran para prajurit TNI memberikan suntikan energi positif luar biasa bagi warganya.
”Dulu jalan ini jadi kendala besar buat petani kalau mau bawa hasil panen. Sekarang, berkat bantuan bapak-bapak TNI, warga jadi makin bersemangat kerja bakti. Tidak ada lagi sekat, semuanya sudah seperti keluarga sendiri,” ungkap Kepala Desa dengan mata berbinar.
Aroma kopi hangat dan bekal sederhana yang disiapkan kaum ibu di pinggir jalan mempermanis pemandangan di lokasi. Di bawah terik matahari Kecamatan Ngimbang, pemerataan pedel jalan ini bukan lagi sekadar proyek fisik, melainkan simbol nyata bahwa ketika TNI dan rakyat bersatu, tidak ada tantangan yang tidak bisa diratakan. (Pendim0812)

