LAMONGAN — Panas terik matahari yang menyengat bumi Lamongan tak sedikit pun menyurutkan langkah Kakek Sukio. Di usianya yang tak lagi muda, warga Desa Tlemang, Kecamatan Ngimbang ini memperlihatkan dedikasi yang membuat siapa saja menaruh hormat.
Dengan menggenggam erat gagang cangkulnya, Kakek Sukio tampak begitu giat meratakan dan merapikan tanah di sisi kiri dan kanan jalan yang baru saja dirampungkan melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0812/Lamongan.
Pengecoran jalan utama desa memang telah rampung, namun proses pengurukan dan perapian bahu jalan—yang sangat krusial untuk mencegah jalan beton cepat tergerus air dan terkikis—masih membutuhkan uluran tangan. Di sinilah tawa dan keringat Kakek Sukio menyatu dengan derap langkah para prajurit TNI.
Bagi Kakek Sukio, hadirnya pembangunan jalan ini bukan sekadar urusan semen dan batu, melainkan asa baru bagi seluruh warga desa.
”Wong TNI wae wis gelem berjuang ngebangun desane dewe, masa kene sing warga asli cuma nonton? Terus terang, dalan iki wis disiapke puluhan tahun. Seneng rasane iso melu ngetokne keringat gae masa depan anak cucu.” Kakek Sukio, Warga Desa Tlemang
Aksi gigih Kakek Sukio ini tak ayal menyuntikkan semangat ganda bagi para personel Satgas TMMD ke-129. Melihat seorang sesepuh desa tetap bersemangat mengayunkan cangkul, para prajurit muda semakin terpacu mempercepat perapian fisik jalan.
Sinergi Kemanunggalan TNI dan Rakyat
Bahu jalan yang kokoh sangat menentukan ketahanan jalan beton yang telah dibangun. Pengurukan sisi kiri dan kanan jalan berfungsi meminimalisir risiko abrasi tanah saat musim hujan tiba, sehingga kendaraan warga dapat melintas dengan aman tanpa takut terperosok.
Kisah Kakek Sukio adalah bukti nyata betapa roh dari TMMD yaitu Kemanunggalan TNI dan Rakyat hidup dan bernapas di Desa Tlemang. Bukan hanya tentang infrastruktur fisik yang berdiri megah, melainkan tentang ikatan gotong royong yang kembali menguat dan membakar semangat warga untuk membangun daerahnya sendiri. (Pendim0812)

