Selasa, Agustus 25, 2026
BerandaKODIMDandim 1015/Sampit Hadiri Rakor Penanggulangan Darurat Bencana Karhutla Serta Kekeringan di Kabupaten...

Dandim 1015/Sampit Hadiri Rakor Penanggulangan Darurat Bencana Karhutla Serta Kekeringan di Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun 2026

Kotawaringin Timur — Komandan Kodim 1015/Sampit Letkol Inf Dwi Candra Setyawan S.I.P., menghadiri rapat koordinasi penanggulangan darurat bencana kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan di kabupaten Kotawaringin Timur tahun 2026 yang dipimpin langsung oleh Bupati Kotawaringin Timur.
Rakor tersebut berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Kotawaringin Timur, Jalan Jenderal Ahmad Yani Nomor 17, Sampit. Senin (24/08/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Kotawaringin Timur beserta Wakil Bupati, Dandim 1015/Sampit, Danrem 102/Pjg yang diwakili Kasi Ops Korem 102/Pjg, Kapolres Kotim yang diwakili Kabagops Polres Kotim, Pj. Sekda Kotim, para asisten Setda , Para kepala OPD Kotim, Kejaksaan Negeri Kotim, perwakilan BPBD Kabupaten Kotim, Danpos TNI AU Sampit, Danpos TNI AL Samuda, Kepala BMKG Sampit, Kepala Instansi Vertikal, para pimpinan perusahaan di Kabupaten Kotawaringin Timur serta sejumlah undangan lainnya.

Rapat koordinasi ini dilaksanakan sebagai langkah bersama dalam meningkatkan operasional dan sinergitas seluruh unsur terkait dalam menghadapi bencana Karhutla dan kekeringan yang sedang terjadi di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur.

Dandim 1015/Sampit menyampaikan bahwa kondisi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta kekeringan yang terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur perlu mendapat perhatian serius dari seluruh pihak. Menurutnya, penanganan bencana tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja, melainkan membutuhkan sinergi dan kerja sama seluruh stakeholder.

Dandim 1015/Spt menekankan pentingnya meningkatkan kesiapsiagaan, terutama dalam melakukan upaya pencegahan sejak dini terhadap potensi terjadinya Karhutla. Pemantauan wilayah yang rawan kebakaran perlu terus dilakukan, disertai dengan respons cepat apabila ditemukan titik api maupun indikasi kebakaran.

Selain itu, menghadapi kondisi kekeringan, Dandim 1015/Spt juga mendorong seluruh unsur terkait untuk bersama-sama mengantisipasi dampaknya terhadap masyarakat, khususnya di wilayah yang mengalami keterbatasan sumber air.

Karhutla serta kekeringan masih menghadapi keterbatasan sarana, prasarana, sumber air dan perlengkapan personel. Luas wilayah dan kondisi lahan gambut menyebabkan pemadaman membutuhkan waktu serta pasokan air yang besar, sementara sumber air semakin terbatas dan sulit dijangkau. Selain itu, keterbatasan selang, mobil tangki, embung portable, sumur bor dalam dan APD menjadi kendala dalam penanganan bencana secara optimal. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya penguatan fasilitas, peralatan, sumber air serta perlindungan personel untuk meningkatkan efektivitas penanggulangan Karhutla dan kekeringan.

Oleh karena itu, penanganan Karhutla di kabupaten Kotawaringin Timur dilakukan secara terpadu melalui penguatan sistem peringatan dini dan pemantauan kualitas udara, patroli rutin, respons cepat pemadaman, pemadaman darat dan udara, penyediaan embung sebagai sumber air serta dukungan helikopter water bombing. Selain itu, pemerintah juga melakukan distribusi air bersih untuk membantu masyarakat di wilayah yang mengalami kekeringan.

TNI

Most Popular