Kotawaringin Timur – Dalam upaya menjaga stabilitas keamanan dan mempererat persatuan di wilayah, Kodim 1015/Sampit bekerja sama dengan Staf Intelijen Angkatan Darat (Sintelad) menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Komunikasi (Binkom) Pencegahan Konflik Sosial di Aula Kementrian Agama Kabupaten Kotim. Jum’ar(28/06/2026)
Kegiatan pembinaan komunikasi dalam rangka pencegahan konflik sosial” ini dipimpin oleh Ketua Tim Sintelad, Letkol Inf Fernando Batubara, S. Sos.,M.Han,(Pabandya 1/Renproggar Spaban I/Ren Sintelad, didampingi Komandan Kodim (Dandim) 1015/Sampit Letkol Inf Dwi Candra Setyawan, S.I.P

Kegiatan ini turut dihadiri Pasi Inteldim 1015/Sampit, Kasat Reskrim Polres Kotim, Kabid Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik Kesbangpol Kab.Kotim, Dan Unitintel Kodim 1015/Sampit, tokoh agama serta organisasi kemasyarakatan dan jajaran Jaring Inteldim 1015/Sampit
Dalam sambutannya, Dandim 1015/Sampit Letkol Inf Dwi Candra Setyawan, S.I.P menyampaikan bahwa situasi di wilayah saat ini berada dalam kondisi aman dan kondusif. Meski demikian, pembinaan komunikasi secara berkelanjutan sangat krusial agar iklim kondusif tersebut tetap terjaga, sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lancar.”Kami berharap materi yang disampaikan dalam kegiatan ini dapat diserap dan diimplementasikan dengan baik dalam kehidupan sehari-hari, sehingga sinergi antara TNI, instansi terkait dan seluruh komponen masyarakat semakin solid,” tegas Letkol Inf Dwi Candra Setyawan, S.I.P
Sementara itu, Letkol Inf Fernando Batubara, S. Sos, M. Han membacakan Amanat Asisten Intelijen Kasad menekankan pentingnya peran reflektif dan tindakan strategis seluruh elemen bangsa dalam mengantisipasi potensi kerawanan sosial. Di tengah dinamika keterbukaan sosial dan demokrasi, deteksi dini serta kewaspadaan harus terus ditingkatkan.

“Mencegah konflik sosial adalah langkah strategis demi menjaga keutuhan NKRI. Kami menghimbau seluruh komponen masyarakat untuk senantiasa bekerja sama, menjaga persatuan dan segera berkoordinasi dengan pihak berwenang apabila menemukan hal-hal yang memicu potensi konflik di wilayah masing-masing agar dapat diselesaikan secara cepat dan bijak,” tegas Letkol Inf Fernando Batubara, S. Sos, M. Han.

