Mempawah – Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Mempawah terus diperkuat. Sebanyak tujuh Perwira Siswa (Pasis) Sesko TNI diterjunkan ke wilayah Mempawah dan langsung bergerak ke sejumlah desa sebagai Tim Penyuluh Pencegahan Karhutla, Minggu (30/8/2026).
Kehadiran para Pasis Sesko TNI tersebut merupakan bagian dari langkah nyata memperkuat edukasi dan kesadaran masyarakat dalam menghadapi potensi karhutla.
Setibanya di Mempawah, mereka tidak menunggu lama dan langsung menyebar ke desa-desa untuk memberikan penyuluhan serta mengajak masyarakat bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Tujuh Pasis yang ditugaskan tersebut yakni Kolonel Tek Yana Hendriyansyah, Kolonel Inf I Gusti Bagus Putu Wijangsa, Kolonel Laut (P) Farid Ardiansyah, M.Tr.Opsla., Kolonel Pnb Anjoe Manik, M.Han., Kolonel Laut (P) Oktaf, Kolonel Inf Bambang R., dan Kolonel Inf Anjas.
Di lapangan, para Pasis memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai bahaya dan dampak karhutla, sekaligus mendorong kepedulian warga untuk tidak melakukan pembakaran lahan.
Penyuluhan dilakukan secara langsung di tengah masyarakat agar pesan pencegahan dapat diterima dan dipahami hingga tingkat desa.
Bukan sekadar datang dan melihat, para Pasis Sesko TNI hadir untuk bergerak dan mengedukasi. Sebab, pencegahan karhutla tidak cukup dilakukan ketika api telah membesar. Kesadaran masyarakat dan kewaspadaan sejak dini menjadi kunci untuk mencegah api sebelum menyebar.
Gerakan ini menjadi bagian dari sinergi TNI, Polri, pemerintah daerah, stakeholder terkait dan masyarakat dalam menghadapi ancaman karhutla di Mempawah. Dari desa ke desa, edukasi digencarkan; dari masyarakat, kepedulian dikuatkan.
Karena ketika ancaman api datang, yang dibutuhkan bukan hanya keberanian untuk memadamkan, tetapi kesadaran bersama untuk mencegahnya.

