LUWU TIMUR – Pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 1403/Palopo di Kabupaten Luwu Timur tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur. Berbagai program sosial turut dihadirkan untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Program tersebut resmi dimulai setelah dibuka Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam di Lapangan Desa Parumpanai, Kecamatan Wasuponda, Selasa (13/10/2026).
Selama sebulan, terhitung 13 Oktober hingga 11 November 2026, personel TNI bersama pemerintah daerah dan masyarakat akan melaksanakan berbagai sasaran TMMD yang mencakup bidang fisik maupun nonfisik.
Di bidang pembangunan, sasaran utama meliputi peningkatan Jalan Desa Parumpanai serta penggantian Jembatan Dusun Kelapa Dua, Desa Cendana. Selain itu, terdapat pekerjaan rabat beton dan perbaikan sejumlah infrastruktur pendukung lainnya.
Namun, manfaat TMMD tidak berhenti pada pembangunan jalan dan jembatan. Masyarakat juga akan mendapatkan berbagai pelayanan dan edukasi melalui pemeriksaan kesehatan, penyuluhan narkoba, wawasan kebangsaan serta bela negara.
Program unggulan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) turut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan TMMD, di antaranya Manunggal Air, pembangunan RTLH, penanganan dan sosialisasi stunting, ketahanan pangan, pasar murah hingga sunat massal.
Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam mengatakan berbagai program tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan desa harus dilakukan secara menyeluruh, baik melalui pembangunan infrastruktur maupun peningkatan kualitas kehidupan masyarakat.
“Pembangunan tidak boleh hanya berpusat di kawasan perkotaan. Pembangunan harus menjangkau desa-desa, menyentuh wilayah yang membutuhkan perhatian,” ujarnya.
Ia berharap kehadiran TMMD dapat membuka akses dan kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat di wilayah pedesaan sekaligus mendukung terwujudnya visi Luwu Timur Maju dan Sejahtera (Juara).
Irwan juga mengajak seluruh elemen untuk bersama-sama menyukseskan pelaksanaan TMMD dengan semangat gotong royong.
Sebab, menurutnya, keberhasilan pembangunan bukan hanya diukur dari infrastruktur yang berhasil dibangun, tetapi juga dari semakin kuatnya persatuan dan kebersamaan masyarakat.
“Pembangunan yang baik adalah pembangunan yang meninggalkan dua hal sekaligus, yakni infrastruktur yang bermanfaat dan persatuan masyarakat yang semakin kuat,” pungkasnya.

