
LUWU TIMUR – Pembangunan talud penahan tanah dalam program TMMD ke-130 Kodim 1403/Palopo menghadirkan semangat kebersamaan di Desa Parumpanai, Kabupaten Luwu Timur. Puluhan warga turun langsung membantu personel Satgas mengerjakan talud, Minggu (25/10/2026), sebagai bentuk kepedulian terhadap pembangunan desa mereka.
Sejak pagi, warga dari berbagai kalangan berdatangan ke lokasi pekerjaan. Mereka membawa cangkul, ember, dan linggis untuk membantu proses pembangunan. Tanpa harus menunggu instruksi yang kaku, warga dan prajurit segera berbagi tugas sesuai pekerjaan yang dibutuhkan.
Ada yang mengangkut batu, menyiapkan material, mengaduk semen, hingga memasang batu untuk membentuk talud. Keringat dan debu yang menyelimuti para pekerja tidak mengurangi semangat mereka menyelesaikan sasaran fisik tersebut.
Talud yang dibangun memiliki panjang sekitar 400 meter dengan tinggi 2,5 meter. Infrastruktur ini dibutuhkan untuk menahan tanah yang berpotensi longsor dan menutup jalan desa saat hujan deras.
Dan SSK TMMD ke-130, Kapten Inf Badar, menilai keterlibatan warga menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masih kuat di tengah masyarakat pedesaan.
“Saya melihat sendiri, bapak-bapak tua berusia 60 tahun ikut mengangkat batu, anak muda ikut mengaduk semen. Mereka tidak dibayar, mereka ikhlas. Mereka bilang, ini desa kami, kami harus ikut membangun,” ungkapnya.
Ia menegaskan, Satgas TMMD hadir untuk mendorong pembangunan bersama masyarakat. Partisipasi warga diharapkan dapat mempercepat pekerjaan sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab dalam menjaga infrastruktur yang dibangun.
Semangat itu juga dirasakan Usman (55), warga Dusun 1 Parumpanai yang ikut bergotong royong sejak hari pertama pengerjaan.
“Kami senang sekali, kami warga tidak hanya menonton, tetapi ikut bekerja sama dengan tentara. Batu kami yang angkat, pasir kami yang angkut. Ini talud kami bersama, jadi kami akan jaga sama-sama,” kata Usman.
Menurutnya, pembangunan talud sangat dinantikan karena longsor yang menutup jalan ketika hujan dapat mengganggu aktivitas warga. Dengan adanya talud, masyarakat berharap akses jalan desa menjadi lebih aman dan tidak mudah tertutup material tanah.
Selain mengejar penyelesaian sasaran fisik, kegiatan gotong royong tersebut juga membuka ruang interaksi antara prajurit dan masyarakat. Warga dapat menyampaikan kebutuhan mereka secara langsung, sementara personel Satgas semakin memahami kondisi lingkungan tempat mereka bertugas.
Hingga Minggu sore, progres pembangunan talud telah mencapai 40 persen. Pengerjaan ditargetkan selesai tepat waktu melalui kerja sama Satgas dan warga.
Kebersamaan di lokasi pembangunan menjadi gambaran bahwa keberhasilan TMMD tidak hanya diukur dari berdirinya infrastruktur, tetapi juga dari tumbuhnya rasa memiliki dan kepedulian masyarakat terhadap desanya sendiri.
Gotong royong hidup, talud dibangun bersama, dan harapan Desa Parumpanai untuk lebih aman terus diperjuangkan.
Sumber: Pendim 1403/Palopo

