Pulang Pisau – Dandim 1011/Kuala Kapuas Letkol Inf. Deky Febrianto, S.Hub.Int., M.Hi. mendampingi kunjungan Gubernur Kalimantan Tengah dan Pangdam XXII/Tambun Bungai dalam rangka monitoring kegiatan Kuali Merah Putih Bobon Santoso dan penanaman pohon penghijauan, Sabtu (24/10/2026) pukul 09.30 WIB bertempat di Embung seberang Camppeat KHDTK, Desa Tumbang Nusa, Kec. Jabiren Raya, Kab. Pulang Pisau, Prov. Kalimantan Tengah.
Turut hadir dalam kegiatan antara lain Gubernur Kalimantan Tengah, Pangdam XXII/TB, Kasdam XXII/TB, Irdam XXII/TB, Kapoksahli Pangdam, Asintel, Asops, Aster Kasdam XXII/TB, Kabekangdam, Kazidam, Dandim 1016/Palangka Raya, Dandim 1011/Kuala Kapuas Letkol Inf. Deky Febrianto, S.Hub.Int., M.Hi., Wadanyonif TP 925/KSW, Bobon Santoso dan tim, serta para relawan.
Rangkaian kegiatan diawali pukul 09.30 WIB dengan kedatangan Gubernur Kalteng dan Pangdam XXII/TB beserta rombongan di Camppeat KHDTK Tumbang Nusa untuk transit. Pukul 09.45 WIB rombongan meninjau langsung lokasi kegiatan Kuali Merah Putih yang menyiapkan ratusan porsi makanan bagi relawan Karhutla dan masyarakat terdampak. Selanjutnya pada pukul 10.05 WIB rombongan bergeser menuju lokasi penanaman pohon penghijauan. Pada pukul 10.20 WIB Gubernur Kalteng dan Pangdam beserta rombongan kembali menuju Palangka Raya. Kegiatan selesai pukul 10.30 WIB dalam keadaan aman dan lancar.
Setelah kegiatan monitoring, kegiatan Kuali Merah Putih dilanjutkan dengan pendistribusian makanan ke poslap dan lokasi Karhutla oleh Bobon Santoso bersama tim dan Kodim 1011/Klk.
Dandim 1011/Kuala Kapuas Letkol Inf. Deky Febrianto, S.Hub.Int., M.Hi. menyampaikan bahwa kegiatan Kuali Merah Putih merupakan bentuk nyata bantuan kemanusiaan untuk warga terdampak Karhutla, para relawan, serta prajurit TNI-Polri dan MPA yang berjibaku memadamkan api di lapangan.
“Kolaborasi ini sangat membantu moril personel di lapangan. Sementara itu, kegiatan penghijauan di bekas lahan terbakar ini sangat penting untuk memulihkan ekologis dan lingkungan, mengembalikan kesuburan tanah, mencegah erosi dan banjir, serta menjaga cadangan air tanah agar tidak terus terdampak kabut asap,” ujar Dandim.

