
Manggarai – Semangat kasih Natal terasa kuat dalam Perayaan Misa dan Natal Bersama Kelompok Rentan dan Penyandang Disabilitas yang digelar di Paroki St. Pio Langke Majok, Desa Nao, Kecamatan Satar Mese Utara, Kabupaten Manggarai, Minggu (28/12/2025). Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah, tokoh agama, serta masyarakat setempat.
Babinsa Koramil 1612-05/Satar Mese, Sertu Kusumanigrat, turut hadir dalam perayaan tersebut sebagai bentuk dukungan TNI terhadap kegiatan keagamaan dan kepedulian sosial, khususnya bagi para lansia, ODGJ, difabel, anak yatim, serta para duda dan janda.
Perayaan Natal ini juga dihadiri oleh Bupati Manggarai, Asisten Administrasi Umum, para Kepala Dinas lingkup Pemkab Manggarai, Kepala Badan Kesbangpol, Camat Satar Mese Utara, pimpinan gereja, tokoh adat, serta tokoh masyarakat Desa Nao.
Dalam keterangannya, Sertu Kusumanigrat menyampaikan bahwa kehadiran Babinsa merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial untuk terus hadir dan menyatu dengan masyarakat.
“Natal adalah momentum untuk memperkuat nilai kemanusiaan, kebersamaan, dan kepedulian sosial. Kehadiran kami di sini adalah wujud komitmen TNI untuk selalu dekat dengan rakyat, terutama saudara-saudara kita yang membutuhkan perhatian dan dukungan,” ujar Sertu Kusumanigrat.
Sementara itu, Pater Sebastianus Hobohana, SVD, selaku Vikaris Jenderal Keuskupan Ruteng, dalam homilinya sekaligus pernyataannya menekankan bahwa perayaan Natal bersama kelompok rentan merupakan perwujudan nyata kasih Kristus dalam kehidupan sehari-hari.
“Gereja ingin menghadirkan Natal yang sungguh menyentuh mereka yang kecil, lemah, dan sering terpinggirkan. Kehadiran pemerintah, TNI, dan seluruh elemen masyarakat hari ini menunjukkan bahwa kasih dan solidaritas tidak berhenti pada kata-kata, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata,” ungkap Pater Vikjen.
Kegiatan berlangsung dengan penuh kekhidmatan, suasana kekeluargaan, dan sukacita. Selain perayaan Misa, acara juga diisi dengan kebersamaan dan perhatian khusus kepada para peserta dari kelompok rentan.
Perayaan ini menjadi simbol kuat sinergi antara gereja, pemerintah, TNI, dan masyarakat dalam membangun nilai persaudaraan serta kepedulian sosial di wilayah Kabupaten Manggarai.