Danramil 1612-01/Ruteng Hadiri Workshop Jurnalistik Demokrasi dan Kebebasan Pers

waktu baca 2 menit
Senin, 9 Feb 2026 14:23 2 jalu.atmaja88@gmail.com

Ruteng – Komitmen memperkuat demokrasi dan menjamin kebebasan pers yang bertanggung jawab kembali ditegaskan dalam Workshop Jurnalistik Demokrasi dan Kebebasan Pers yang digelar pada Senin, 9 Februari 2026, bertempat di Aula Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai, Jalan Ahmad Yani No. 1, Kelurahan Mbaumuku, Kecamatan Langke Rembong.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Manggarai Fabianus Abu, S.Pd, Danramil 1612-01/Ruteng Pelda I Wayan Juniana, Humas Polres Manggarai AKP Ngurah Sabe, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Safrianus Haryanto Djehaut, Ketua Bapelitbang Kabupaten Manggarai Livens Turuk, serta pimpinan organisasi kemahasiswaan seperti GMNI Ruteng dan PMKRI, perwakilan mahasiswa Unika St. Paulus Ruteng, dan pelajar SMA/SMK se-Kecamatan Langke Rembong.

Wakil Bupati Manggarai Fabianus Abu, S.Pd dalam sambutannya menegaskan bahwa pers memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas demokrasi di daerah. Menurutnya, kebebasan pers harus diiringi dengan tanggung jawab moral dan etika jurnalistik.

“Pers adalah pilar penting demokrasi. Melalui kegiatan seperti ini, kita berharap lahir jurnalis-jurnalis muda yang kritis, berimbang, dan mampu menyampaikan informasi yang mencerdaskan masyarakat, bukan memecah belah,” tegas Wakil Bupati.

Sementara itu, Danramil 1612-01/Ruteng Pelda I Wayan Juniana menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya workshop tersebut. Ia menilai peningkatan literasi jurnalistik, khususnya bagi generasi muda, sangat penting dalam menjaga stabilitas sosial dan keamanan wilayah.

“Kami dari TNI sangat mendukung kegiatan edukatif seperti ini. Jurnalisme yang sehat dan bertanggung jawab akan membantu menciptakan suasana yang kondusif, memperkuat persatuan, serta mencegah penyebaran informasi yang menyesatkan,” ujar Pelda I Wayan Juniana.

Pelda I Wayan Juniana juga mengajak seluruh peserta untuk bijak dalam menggunakan media, terutama media sosial, agar tidak mudah terprovokasi oleh berita hoaks yang dapat merugikan diri sendiri maupun masyarakat luas.

Workshop ini diharapkan menjadi wadah pembelajaran dan diskusi yang konstruktif bagi mahasiswa dan pelajar dalam memahami peran pers sebagai alat kontrol sosial sekaligus sarana edukasi publik di era demokrasi dan keterbukaan informasi saat ini.

LAINNYA