
NAGAN RAYA – Pos Komando Taktis (Kotis) TMMD Ke-127 Kodim 0116/Nagan Raya yang berlokasi di Kantor Desa Ujung Blang, Kecamatan Beutong, menjadi pusat denyut nadi pengendalian seluruh pekerjaan sasaran fisik maupun nonfisik. Dari tempat inilah arah kebijakan, pembagian tugas, hingga evaluasi progres harian dikendalikan secara sistematis dan terukur.
Jumat (27/2/2026), Dansatgas TMMD Ke-127 Kodim 0116/Nagan Raya, Letkol Inf Irfan Hade Fitrianto, tampak memberikan instruksi langsung kepada anggota Satgas. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya manajemen waktu yang disiplin, pembagian sektor kerja yang jelas, serta optimalisasi tenaga di setiap titik sasaran agar tidak ada waktu yang terbuang sia-sia.
Ia menjelaskan bahwa percepatan bukan berarti terburu-buru, melainkan bekerja dengan pola yang terstruktur. Setiap sasaran dibagi dalam tahapan-tahapan kecil yang memiliki target harian. Dengan demikian, kendala sekecil apa pun dapat segera terdeteksi dan diatasi sebelum berkembang menjadi hambatan besar.
Strategi lain yang diterapkan adalah sistem evaluasi sore hari di Pos Kotis. Setiap koordinator lapangan wajib melaporkan capaian progres, kebutuhan material, serta kondisi personel. Laporan tersebut menjadi dasar pengambilan keputusan untuk pergeseran tenaga atau penambahan dukungan logistik ke titik yang membutuhkan percepatan.
Dalam bahasa sederhana, Pos Kotis ibarat ruang kemudi sebuah kapal besar. Jika kemudi diarahkan dengan tepat, kapal akan melaju lurus meski diterpa ombak. Begitu pula TMMD, dengan komando yang terpusat dan komunikasi yang lancar, setiap sasaran dapat bergerak serempak menuju garis akhir tepat waktu.
Dansatgas juga menekankan pentingnya kerja sama antara personel TNI dan masyarakat. Menurutnya, percepatan akan terasa ringan apabila dikerjakan bersama. Semangat gotong royong menjadi bahan bakar utama yang menjaga api motivasi tetap menyala di tengah padatnya pekerjaan.
Dengan strategi tersebut, progres di sejumlah titik sasaran menunjukkan peningkatan signifikan. Pekerjaan yang sebelumnya diperkirakan membutuhkan waktu panjang, kini dapat diselesaikan lebih efisien tanpa mengurangi kualitas konstruksi.(0116).