Sabtu
Mei, 2

Masuki Fase Kritis, Babinsa Dampingi Petani Rawat Padi di Aceh Jaya

Featured in:

ACEH JAYA – Memasuki fase penting dalam masa tanam, hamparan sawah di Desa Glee Putoh, Kecamatan Panga, Kabupaten Aceh Jaya, mulai menunjukkan tanda-tanda menggembirakan. Tanaman padi milik warga yang sebelumnya melalui proses panjang kini mulai berbuah. Di momen krusial ini, perhatian terhadap perawatan menjadi semakin intens, seperti yang dilakukan Babinsa Koramil 05/Panga Kodim 0114/Aceh Jaya, Serda M. Ambri, Sabtu (02/05/2026).

Sejak pagi, Serda M. Ambri terlihat turun langsung ke sawah milik Bapak Rahman (50), anggota Kelompok Tani Beudoh Beusare. Ia memantau kondisi tanaman padi yang sudah memasuki fase generatif, yaitu masa di mana bulir padi mulai terbentuk dan membutuhkan perawatan ekstra agar dapat berkembang dengan baik hingga masa panen.

Di tengah hamparan padi yang mulai menguning, suasana penuh harapan tampak dari wajah para petani. Namun, di balik itu, ada tantangan yang harus dihadapi. Fase ini dikenal sebagai periode yang rentan, karena tanaman padi mudah terserang hama atau terganggu oleh faktor lingkungan jika tidak dirawat dengan maksimal.

Serda M. Ambri bersama pemilik lahan melakukan pengecekan secara detail, mulai dari kondisi batang padi, kepadatan tanaman, hingga potensi gangguan hama. Ia juga berdiskusi langsung dengan Bapak Rahman mengenai langkah-langkah perawatan yang perlu diperhatikan agar hasil panen sesuai dengan harapan.

Menurut petani setempat, masa padi mulai berbuah adalah waktu yang menentukan. Jika perawatan dilakukan dengan baik, hasil panen bisa maksimal. Sebaliknya, jika diabaikan, risiko penurunan produksi bisa terjadi, bahkan berujung pada kerugian.

Dalam kesempatan tersebut, Babinsa mengingatkan pentingnya menjaga kondisi sawah tetap optimal, termasuk memastikan ketersediaan air, melakukan pemantauan rutin terhadap hama, serta menjaga kebersihan lahan dari gulma yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman.

Pendampingan seperti ini menjadi bagian penting dalam mendukung ketahanan pangan di tingkat desa. Kehadiran Babinsa di tengah petani bukan hanya memberikan rasa aman, tetapi juga menjadi motivasi tambahan bagi petani untuk terus mengelola lahan mereka dengan baik.

Desa Glee Putoh sendiri dikenal sebagai salah satu wilayah yang memiliki potensi pertanian yang cukup baik di Kecamatan Panga. Sebagian besar masyarakat menggantungkan hidup dari sektor pertanian, khususnya tanaman padi yang menjadi komoditas utama.

Oleh karena itu, keberhasilan panen sangat berpengaruh terhadap kondisi ekonomi masyarakat setempat. Setiap tahapan dalam proses tanam hingga panen menjadi sangat penting untuk diperhatikan secara serius.

Serda M. Ambri juga menekankan pentingnya kerja sama antarpetani dalam menjaga lahan pertanian. Dengan saling berbagi informasi dan pengalaman, petani dapat lebih cepat mengatasi berbagai kendala yang muncul di lapangan.

Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pemantauan, tetapi juga menjadi ajang komunikasi antara Babinsa dan petani. Diskusi yang berlangsung di tengah sawah menciptakan suasana akrab dan terbuka, sehingga berbagai permasalahan dapat dibahas bersama.

Bapak Rahman mengaku senang dengan kehadiran Babinsa yang ikut turun langsung ke sawah. Menurutnya, perhatian seperti ini memberikan semangat tambahan bagi petani, terutama saat menghadapi masa-masa penting dalam pertumbuhan tanaman.

Selain itu, kehadiran Babinsa juga memberikan rasa percaya diri bahwa petani tidak sendirian dalam menghadapi tantangan. Dukungan dari berbagai pihak menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan pertanian.

Kondisi padi yang mulai berbuah di Desa Glee Putoh menjadi harapan besar bagi para petani. Dengan perawatan yang tepat, hasil panen diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Kegiatan pemantauan yang dilakukan berjalan dengan lancar dan penuh kebersamaan. Tidak hanya menghasilkan data kondisi tanaman, tetapi juga memperkuat hubungan antara aparat dan masyarakat.

Melalui pendampingan seperti ini, diharapkan sektor pertanian di wilayah Panga terus berkembang dan mampu menghadapi berbagai tantangan, baik dari faktor alam maupun hama tanaman.

Apa yang dilakukan Babinsa di Desa Glee Putoh menjadi contoh bahwa perhatian terhadap pertanian tidak hanya berhenti pada masa tanam, tetapi juga berlanjut hingga masa perawatan dan panen. Dari sawah-sawah inilah harapan masyarakat tumbuh, dan dengan kebersamaan, harapan itu terus dijaga hingga menjadi kenyataan.(0114).

Facebook Comments Box

Find us on

Latest articles

- Advertisement - spot_imgspot_img

Related articles

Teras Warga Jadi Tempat Akrab Satgas TMMD 128 dan...

Pangkalan Banteng – Di sela-sela kegiatan program TMMD Ke-128 Kodim 1014/Pbn, Satgas bersama warga memanfaatkan waktu istirahat dengan...

Persiapan Matang, Material MCK TMMD 128 Mulai Didatangkan

Pangkalan Banteng – Satgas TMMD Ke-128 Kodim 1014/Pbn terus melakukan persiapan matang dalam mendukung pembangunan sarana MCK dengan...

Suasana Akrab, Satgas TMMD 128 Pererat Kedekatan dengan Masyarakat

Pangkalan Banteng – Suasana penuh keakraban terlihat dalam kegiatan ngobrol santai antara Satgas TMMD Ke-128 Kodim 1014/Pbn dengan...

Kunjungan TMMD, Pangdam Berikan Bantuan untuk Warga dan Rumah...

HALMAHERA SELATAN – Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto disela-sela kunjungan dalam rangka peninjauan kerja TMMD ke-128...

Wadan Satgas: Terobos Hambatan, Perataan Jalan TMMD 128 Berjalan...

Pangkalan Banteng – Satgas TMMD Ke-128 Kodim 1014/Pbn terus menggenjot pembangunan infrastruktur dengan mengerahkan alat berat untuk meratakan...

Progres RTLH TMMD 128 Terus Berjalan, Warga Kian Merasakan...

Pangkalan Banteng – Pengerjaan sasaran fisik berupa pengecoran teras rumah tidak layak huni (RTLH) dalam program TMMD Ke-128...