
Aceh Barat – Setiap bata yang disusun perlahan oleh Satgas TMMD Reguler ke-127 Kodim 0105/Aceh Barat seakan menjadi pesan sederhana: kesehatan masyarakat dimulai dari lingkungan yang bersih. Di Desa Pasi Aceh, Kecamatan Woyla, pembangunan jamban menjadi langkah kecil yang membawa harapan besar bagi warga yang selama ini belum memiliki fasilitas sanitasi layak.
Pembangunan jamban tersebut dilakukan oleh personel Satgas TMMD bersama masyarakat secara gotong royong. Suasana kerja terasa hangat. Cangkul, sekop, dan ember semen berpindah tangan, seperti aliran semangat yang tidak putus.
Program jambanisasi ini bukan sekadar membangun fasilitas MCK, namun juga membangun kesadaran. Satgas TMMD ingin mengubah kebiasaan lama masyarakat yang masih melakukan Buang Air Besar Sembarangan (BABS).
Dansatgas TMMD Reguler ke-127 Kodim 0105/Aceh Barat Letkol Inf S. Kembaren, S.E., M.I.P., CFrA. mengatakan bahwa program tersebut merupakan upaya membantu masyarakat kurang mampu agar memiliki fasilitas sanitasi yang layak.
“Program jambanisasi ini adalah stimulan bagi masyarakat kurang mampu agar menghilangkan kebiasaan buang hajat sembarangan. Dengan adanya jamban yang layak, diharapkan masyarakat lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan,” ujarnya.
Selain pembangunan fisik, Satgas juga memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Menurut Dansatgas, sanitasi yang baik ibarat benteng pertama bagi kesehatan masyarakat. Lingkungan yang bersih mampu memutus mata rantai penyakit seperti diare dan muntaber yang sering muncul akibat sanitasi buruk.
Melalui program TMMD ini, harapannya Desa Pasi Aceh perlahan dapat menuju status Open Defecation Free (ODF), sebuah kondisi dimana masyarakat tidak lagi melakukan buang air besar sembarangan.
Di balik dinding jamban yang mulai berdiri itu, tersimpan harapan baru: desa yang lebih sehat, masyarakat yang lebih sadar, dan masa depan yang lebih bersih bagi generasi berikutnya.(0105).