Merauke – Nuansa penuh kedamaian dan kekeluargaan mengawali kegiatan peletakan batu pertama pembangunan menara lonceng di Gereja GPI Papua Getsemani Tanah Miring Sp. 3, Minggu (19/04/2026). Rangkaian acara diawali dengan ibadah bersama yang berlangsung khidmat, diiringi lantunan pujian dan doa yang dipanjatkan dengan penuh ketulusan oleh seluruh jemaat. Dalam suasana yang hangat tersebut, kebersamaan begitu terasa, memperlihatkan kuatnya ikatan iman dan persaudaraan di tengah masyarakat.
Usai ibadah, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi peletakan batu pertama yang dipimpin langsung oleh Pangdam XXIV/Mandala Trikora, Mayjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia, S.E. Kehadiran Pangdam tidak hanya sebagai tamu kehormatan, tetapi juga menjadi bagian dari kebersamaan jemaat dalam momentum penuh makna tersebut.
Turut mendampingi, Ibu Pendeta Heni Rumabatu, S.Th., selaku pelayan jemaat Gereja GPI Papua Getsemani Tanah Miring, serta Ketua Klasis GPI Papua Kafalak Bob, Ibu Pendeta Mei Matulesi, S.Si., bersama para jemaat yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh sukacita dan rasa syukur.
Dalam kesempatan tersebut, Pangdam XXIV/MT menyampaikan bahwa pembangunan rumah ibadah, termasuk menara lonceng gereja, bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga memiliki nilai rohani yang memperkuat kehidupan umat.
“Menara lonceng ini nantinya tidak hanya menjadi simbol panggilan ibadah, tetapi juga sebagai pengikat kebersamaan dan penguat iman jemaat. Kehadiran kami di sini adalah bentuk dukungan moril serta komitmen TNI untuk selalu hadir di tengah masyarakat,” ujar Pangdam dengan penuh kehangatan.
Ia juga menegaskan bahwa Kodam XXIV/Mandala Trikora akan terus berupaya hadir dan berkontribusi dalam setiap aspek kehidupan masyarakat, termasuk dalam mendukung kegiatan keagamaan yang mempererat persatuan dan kerukunan.
Sementara itu, Ibu Pendeta Heni Rumabatu menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan. Menurutnya, kehadiran Pangdam menjadi penyemangat tersendiri bagi jemaat.
“Ini adalah momen berharga bagi kami. Kehadiran Bapak Pangdam membawa semangat baru bagi jemaat untuk terus bertumbuh dalam iman dan kebersamaan,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan oleh Ketua Klasis GPI Papua Kafalak Bob, Ibu Pendeta Mei Matulesi, yang mengapresiasi kepedulian TNI dalam mendukung kehidupan beragama yang harmonis.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan prosesi simbolis peletakan batu pertama yang berlangsung sederhana namun sarat makna, disambut dengan sukacita oleh seluruh jemaat yang hadir.
Melalui momen ini, terjalin kedekatan yang semakin erat antara TNI dan masyarakat, sekaligus memperkuat harapan akan terciptanya kehidupan yang rukun, damai, dan penuh kasih di Tanah Papua.






