LAMONGAN – Rangkaian peninjauan sasaran fisik TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0812/Lamongan terus berlanjut dengan aksi peduli lingkungan yang berkelanjutan. Usai meninjau kesiapan infrastruktur lapangan voli di Desa Tlemang, Kecamatan Ngimbang, Bupati Lamongan Dr. H. Yuhronur Efendi, MBA., MEk., bersama Dansatgas TMMD 129, Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo, dan rombongan Forkopimda melaksanakan aksi penanaman pohon keras secara simbolis.
Aksi penghijauan tersebut difokuskan di area sekitar lapangan voli desa setempat. Langkah ini diambil untuk menciptakan kawasan olahraga yang rindang, sejuk, sekaligus memberikan dampak jangka panjang yang positif bagi ekologi dan kesejahteraan masyarakat.
Menariknya, bibit pohon keras yang dipilih untuk ditanam memiliki nilai ekonomis tinggi, di antaranya adalah pohon mangga dan pohon alpukat. Pemilihan jenis pohon ini sengaja dilakukan agar nantinya ketika berbuah, hasilnya dapat dimanfaatkan secara langsung oleh warga desa untuk dikonsumsi maupun bernilai jual.
”Penanaman pohon ini merupakan investasi masa depan bagi Desa Tlemang. Selain berfungsi sebagai peneduh di sekitar lapangan voli dan menjaga kelestarian alam, pohon mangga dan alpukat ini sengaja dipilih karena memiliki nilai ekonomis. Harapannya, beberapa tahun ke depan, masyarakat bisa memanen hasilnya,” ujar Bupati Lamongan.
Senada dengan Bupati, Dansatgas TMMD 129 Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo menegaskan bahwa program TMMD kali ini memang dikonsep untuk menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk kelestarian lingkungan hidup dan ketahanan pangan lokal.
”Melalui penanaman pohon buah bersama jajaran Forkopimda hari ini, kami ingin memastikan bahwa pembangunan sarana olahraga ini diimbangi dengan penghijauan. Kami titip pohon-pohon ini kepada pemuda dan warga desa agar dirawat dengan baik, sehingga fasilitas olahraganya bagus, lingkungannya asri, dan buahnya membawa berkah ekonomi,” pungkas Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo.
Aksi penanaman pohon ini disambut dengan antusias oleh tokoh pemuda dan masyarakat sekitar, yang berkomitmen untuk menjaga dan merawat tanaman tersebut sebagai aset desa demi kemajuan bersama.

