Lahat — Mayoritas warga Desa Lubuk Tampang, Kecamatan Kikim Timur, Kabupaten Lahat menggantungkan penghasilan dari sektor perkebunan kelapa sawit. Kondisi ini menjadikan akses jalan yang memadai sebagai kebutuhan utama dalam menunjang aktivitas sehari-hari.
Selama ini, keterbatasan infrastruktur jalan kerap menjadi kendala bagi para petani dalam mengangkut hasil panen. Medan yang sulit dilalui tidak hanya memperlambat distribusi, tetapi juga meningkatkan biaya operasional saat membawa hasil kebun menuju pasar atau agen pembeli.
Melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 0405/Lahat, pembangunan akses jalan menjadi salah satu fokus utama untuk menjawab permasalahan tersebut. Dengan jalan yang lebih baik, mobilitas warga diharapkan semakin lancar dan efisien.
Di lapangan, proses pembangunan jalan terus dikebut oleh Satgas TMMD bersama warga. Jalan yang sebelumnya sulit dilalui kini mulai terbentuk, membuka akses menuju area perkebunan yang selama ini menjadi sumber penghidupan masyarakat.
Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD ke-128 Kodim 0405/Lahat, Letkol Inf David Jihandika Henry Wijayanto, menyampaikan bahwa pembangunan jalan memiliki dampak langsung terhadap perekonomian warga.
“Sebagian besar warga di sini adalah pekebun kelapa sawit. Dengan adanya akses jalan yang memadai, mereka tidak lagi kesulitan dalam mengangkut hasil panen,” ujarnya.
Ia menambahkan, kemudahan akses akan berpengaruh besar terhadap peningkatan produktivitas serta kesejahteraan masyarakat desa.
“Kami berharap jalan ini benar-benar menjadi solusi, sehingga aktivitas warga berjalan lancar tanpa kendala berarti,” tambahnya.
Program TMMD ke-128 tidak hanya menghadirkan pembangunan fisik, tetapi juga membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat. Dengan akses jalan yang semakin baik, warga Desa Lubuk Tampang kini memiliki harapan baru untuk menjalankan aktivitas perkebunan dengan lebih mudah, cepat, dan efisien.






