KODIM 1605/BELU, Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di wilayah Kabupaten Belu. Kali ini, si jago merah melalap kawasan di sepanjang jalur hutan jati Nenuk, Kabupaten Belu NTT, pada Selasa (15/9/2026) dini hari.
Peristiwa tersebut pertama kali terpantau sekitar pukul 00.05 Wita. Mengetahui adanya ancaman kebakaran di kawasan hutan jati nenuk tersebut, aparat TNI dari Koramil 01/Kota Atambua yang tengah berjaga langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian.
Pada kesempatan pertama, dua orang personel piket Koramil, yakni Serda Yohanes Naibuti dan Kopka Y Fernando Mau, tiba di lokasi dan langsung berupaya melakukan pemadaman secara mandiri.
Mengingat kondisi malam hari dan keterbatasan sarana, keduanya berjibaku memadamkan kobaran api secara manual menggunakan alat seadanya demi mencegah api merembet lebih luas ke area hutan jati di sekitarnya.
Berkat kesigapan, kerja keras, dan koordinasi cepat di lapangan, upaya pemadaman yang dilakukan oleh anggota piket Koramil 01/Kota Atambua membuahkan hasil. Hingga saat ini, seluruh titik api di kawasan tersebut telah berhasil dipadamkan sepenuhnya.
Komandan Koramil 1605-01/Kota Atambua Mayor Kav Yatman menuturkan terjadinya kebakaran kawasan hutan jati nenuk tersebut tidak diketahui penyebabnya, namun Ia menegaskan aparat TNI dalam hal ini Koramil Kota yang berdekatan langsung dengan kawasan hutan jati nenuk terus memantau situasi di sekitar lokasi.
“Saya telah instruksikan anggota Koramil yang bertugas sebagai Piket jaga Koramil terus memantau perkembangannya untuk memastikan tidak ada titik api susulan yang dapat membahayakan keselamatan warga dan kelestarian lingkungan sekitar” tegasnya.
Menanggapi insiden tersebut, Danramil 1605-01/Kota Atambua Mayor Kav Yatman memberikan imbauan penting kepada seluruh warga masyarakat, khususnya para pengendara roda dua maupun roda empat yang melintasi jalur tersebut.
“Kami mengimbau kepada warga masyarakat, khususnya para pengendara motor yang melintas, agar lebih berhati-hati dan tidak sembarangan membuang puntung rokok. Di musim kemarau seperti sekarang, gesekan kecil atau bara sekecil apapun dari puntung rokok sangat mudah memicu kebakaran lahan yang luas,” ujar Danramil.
Ia juga mengajak masyarakat untuk senantiasa peduli terhadap kelestarian lingkungan dan segera melaporkan kepada aparat terdekat jika melihat adanya tanda-tanda kebakaran hutan atau lahan di wilayah Kabupaten Belu.

