Lombok Tengah – Semangat gotong royong kembali membara di tengah masyarakat Kabupaten Lombok Tengah. Demi mewujudkan akses jalan penghubung yang selama ini diimpikan, personel TNI dari Kodim 1620/Lombok Tengah bersama warga setempat bahu-membahu melaksanakan kerja bakti massal pada Selasa (14/7/2026).
Dandim 1620/Loteng Letkol Arh Mohamad Arifin mengatakan, aksi produktif ini difokuskan pada penggalian dan pemindahan batu pondasi yang akan digunakan untuk pembangunan jembatan gantung sebagai aksea utama masyarakat.
“Infrastruktur ini nantinya akan menjadi urat nadi penting yang menghubungkan dua wilayah, yakni Dusun Majan di Desa Batunyala dengan Lingkungan Guntur di Kelurahan Grantung,” ujar Letkol Arh Ohamaf Arifin.
Menurutnya, selama ini, ketiadaan akses jalan langsung membuat aktivitas ekonomi, pendidikan, dan mobilitas sehari-hari warga di kedua dusun tersebut cukup terhambat. Jembatan gantung yang berukuran lebar 1,2 meter dan panjang 30 meter ini diharapkan menjadi solusi konkret mutus isolasi geografis dan mempercepat waktu tempuh antarwilayah.
Di lokasi kegiatan, terlihat kebersamaan yang erat antara prajurit TNI dan masyarakat. Tanpa sekat, mereka memecah batu besar, menggali tanah pondasi, hingga mengangkut material secara estafet menggunakan alat seadanya.
“Keterlibatan TNI dalam pembangunan ini merupakan bagian dari komitmen kemanunggalan TNI bersama rakyat. Tugas TNI tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga hadir di tengah kesulitan masyarakat untuk menjadi stimulus pembangunan di daerah,” terangnya.
Warga menyambut gembira dan penuh antusias pembangunan ini. Mereka berharap pengerjaan jembatan gantung dapat berjalan lancar tanpa kendala cuaca, sehingga roda perekonomian dan interaksi sosial antar-dusun bisa segera berputar lebih cepat setelah jembatan resmi beroperasi.

