Kamis, Mei 14, 2026
BerandaKODIMBabinsa Koramil 01/Jaya Pantau Harga Sembako di Pasar Tradisional, Jaga Stabilitas Pangan...

Babinsa Koramil 01/Jaya Pantau Harga Sembako di Pasar Tradisional, Jaga Stabilitas Pangan Masyarakat

ACEH JAYA – Aparat kewilayahan TNI Angkatan Darat terus aktif melakukan pemantauan harga kebutuhan pokok di wilayah binaan guna menjaga stabilitas pangan dan kondisi ekonomi masyarakat. Kegiatan tersebut kembali dilaksanakan melalui pengecekan pasar dan harga sembako di wilayah Kecamatan Jaya, Kabupaten Aceh Jaya, Kamis (14/05/2026).

Pemantauan dilakukan untuk memastikan ketersediaan bahan kebutuhan pokok masyarakat tetap aman serta memonitor perkembangan harga di tingkat pasar tradisional. Langkah tersebut menjadi bagian dari tugas pembinaan teritorial yang dijalankan aparat TNI AD dalam mendukung stabilitas wilayah dari aspek sosial dan ekonomi.

Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, harga sejumlah bahan pokok di pasar wilayah Kecamatan Jaya masih relatif stabil. Harga beras premium tercatat Rp233.000 per sak, minyak goreng Rp23.000 per kilogram, gula pasir Rp20.000 per kilogram, telur ayam Rp55.000 per papan, dan tepung Segitiga Biru Rp13.000 per kilogram.

Sementara untuk komoditas sayuran dan kebutuhan dapur lainnya, harga bawang merah berada di angka Rp45.000 per kilogram, tomat Rp18.000 per kilogram, cabai merah Rp40.000 per kilogram, dan cabai rawit Rp30.000 per kilogram.

Dalam pelaksanaannya, aparat kewilayahan melakukan pemantauan langsung ke kios dan lapak pedagang guna mengetahui kondisi distribusi barang, stok kebutuhan pokok, serta perkembangan daya beli masyarakat.

Kegiatan pengecekan pasar tersebut tidak hanya bertujuan memonitor harga sembako, tetapi juga menjadi langkah deteksi dini terhadap potensi gangguan stabilitas pangan yang dapat berdampak pada kondisi sosial masyarakat.

Ketahanan pangan memiliki keterkaitan erat dengan ketahanan nasional. Ketersediaan bahan pokok dan stabilitas harga menjadi faktor penting dalam menjaga kesejahteraan masyarakat serta mendukung stabilitas ekonomi daerah.

Karena itu, aparat teritorial TNI AD terus berperan aktif membantu pemerintah daerah dalam memantau situasi pasar guna memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dengan harga yang terjangkau.

Di tengah dinamika ekonomi dan tantangan distribusi barang, pemantauan rutin dinilai penting untuk mengantisipasi potensi kelangkaan maupun lonjakan harga yang dapat membebani masyarakat.

Selain melakukan pemantauan harga, aparat kewilayahan juga mengimbau pedagang agar menjaga stabilitas pasar dan tidak melakukan praktik penimbunan barang yang dapat mengganggu distribusi kebutuhan pokok.

Kegiatan tersebut juga menjadi sarana komunikasi sosial antara Babinsa dan masyarakat di wilayah binaan. Melalui interaksi langsung di pasar, aparat dapat mengetahui berbagai persoalan yang dihadapi warga sekaligus memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat.

Sebagai ujung tombak TNI AD di tingkat desa dan kecamatan, Babinsa memiliki peran strategis tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga mendukung program pemerintah terkait ketahanan pangan dan stabilitas ekonomi masyarakat.

Di wilayah Aceh Jaya, pasar tradisional masih menjadi pusat utama aktivitas ekonomi masyarakat sehingga pemantauan harga kebutuhan pokok menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan ekonomi daerah.

Kegiatan pengecekan pasar secara rutin juga menunjukkan kesiapsiagaan aparat kewilayahan dalam menghadapi potensi gejolak harga dan memastikan situasi pasar tetap aman dan kondusif.

Dengan kondisi harga sembako yang masih relatif stabil, diharapkan kebutuhan masyarakat di Kecamatan Jaya dapat terus terpenuhi dan aktivitas ekonomi warga tetap berjalan baik.

Melalui keterlibatan aktif dalam pemantauan pasar, TNI AD menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus memperkuat ketahanan wilayah melalui pendekatan teritorial yang humanis dan responsif terhadap kondisi masyarakat di lapangan.(0114).

TNI

Most Popular