Selasa, September 29, 2026
BerandaTNIBekali Calon Dansat, Kasad: Sishankamrata di Perbatasan Harus Diperkuat

Bekali Calon Dansat, Kasad: Sishankamrata di Perbatasan Harus Diperkuat

JAKARTA, tniad.mil.id – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., menekankan kepada para calon Komandan Satuan (Dansat) TNI AD tentang pentingnya memperkuat Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata), khususnya di wilayah perbatasan, sebagai bagian dari upaya menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Penekanan tersebut disampaikan Kasad saat memberikan pengarahan kepada 412 calon Dansat di Aula A.H. Nasution, Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta, Selasa (29/9/2026). Pengarahan ini menjadi bekal bagi para calon Dansat dalam memahami tanggung jawab kepemimpinan sekaligus menghadapi dinamika dan tantangan tugas sesuai karakteristik satuan masing-masing.

Kasad menjelaskan, Sishankamrata yang dibangun para pendahulu bangsa dan sesepuh TNI tetap relevan dalam menghadapi perkembangan lingkungan strategis. Khusus di wilayah perbatasan, kekuatan pertahanan tidak cukup hanya mengandalkan Alutsista, tetapi juga perlu didukung kesiapan, kesadaran, dan militansi masyarakat sebagai bagian dari kekuatan pertahanan negara.

“Ancaman yang ada dan yang akan datang harus kita pahami. Apa ancamannya, itu yang dilatihkan. Alat-alat apa saja yang dipersiapkan, kemudian konsep operasinya, termasuk kemampuan satuan yang dikerahkan dan bagaimana logistiknya,” ujarnya.

Menurut Kasad, kesiapan satuan harus disesuaikan dengan karakter ancaman dan kondisi wilayah, termasuk menghadapi kemungkinan perang gerilya. Karena itu, para calon Dansat dituntut mampu memahami lingkungan strategis serta menyiapkan satuannya secara tepat untuk menghadapi berbagai kemungkinan.

Selain kesiapan operasional, Kasad meminta para calon Dansat terus mengembangkan inovasi dan pemikiran kreatif untuk memajukan satuan. Para komandan diharapkan tidak terjebak dalam rutinitas, tetapi mampu menghadirkan terobosan yang memberikan manfaat nyata bagi pelaksanaan tugas.

Kasad juga menekankan pentingnya kepedulian terhadap kondisi prajurit, terutama personel yang melaksanakan operasi di daerah penugasan. Kesiapan personel perlu didukung penggunaan Alutsista dan dukungan logistik secara efektif dan efisien, termasuk bagi prajurit yang bertugas di wilayah sulit dijangkau dan dalam mendukung masyarakat, termasuk di Papua.

Kasad berharap para calon Dansat mampu memanfaatkan amanah jabatan untuk membangun satuan yang disiplin, solid, profesional, adaptif, dan inovatif. Dengan kepemimpinan tersebut, satuan diharapkan mampu menjalankan tugas pokok secara optimal sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya.

Dari 412 peserta, sebanyak 33 orang merupakan calon Dansat Golongan IV (Kolonel), 190 orang Golongan V (Letkol), dan 52 orang Golongan VI (Mayor). Selain itu, hadir pula 19 calon Komandan Brigade Infanteri Teritorial Pembangunan (Brigif TP) Tahap III, IV, dan V serta 113 calon Komandan Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) Tahap III, IV, dan V. (Dispenad)

TNI

Most Popular