Supiori, Papua – Personel Yonif TP 859/RBK mengikuti apel malam yang dilanjutkan dengan Jam Komandan serta komunikasi dan silaturahmi melalui video call bersama orang tua maupun keluarga. Jumat, 11/09/2026.
Kegiatan ini bukan sekadar pembinaan personel, tetapi menjadi bentuk kepedulian pimpinan terhadap kehidupan prajurit. Di tengah tugas dan jarak yang memisahkan, prajurit diberikan kesempatan untuk menyapa, melihat wajah, dan mendengar suara orang-orang yang selalu menjadi sumber kekuatan mereka.
Letkol Putra Utama Ansar, S.I.P., M.M., Danyonif TP 859/RBK, menyampaikan:
“Jangan hanya menghubungi orang tua ketika kita membutuhkan sesuatu. Selagi masih diberikan kesempatan untuk bersama, berikan perhatian dan kabar kepada mereka. Jangan sampai ketika orang tua sudah tidak ada, baru muncul penyesalan karena belum memberikan waktu dan perhatian yang cukup.”
Danyonif juga mengingatkan seluruh prajurit untuk menjaga disiplin, kejujuran, keterbukaan, serta tidak memendam permasalahan sendiri. Setiap persoalan hendaknya disampaikan kepada pimpinan agar dapat dicari solusi bersama.
Bagi prajurit yang orang tuanya telah tiada, komunikasi dilakukan bersama keluarga terdekat. Sebab sejauh apa pun seorang prajurit bertugas, keluarga tetap menjadi tempat pulang bagi hati dan sumber kekuatan dalam menjalankan pengabdian.
Malam itu, layar handphone menjadi jembatan yang mempertemukan kerinduan. Ada senyum, ada tawa, mungkin juga ada air mata—namun semuanya menjadi penguat untuk kembali menjalankan tugas dengan hati yang lebih tenang.
Prajurit kuat bukan karena tidak memiliki rasa rindu, tetapi karena mampu menjadikan doa dan kasih keluarga sebagai kekuatan untuk terus mengabdi.

