
Labuhanbatu Selatan – Harapan untuk memiliki rumah yang lebih layak kini semakin nyata bagi Ibu Heni Derita Tampubolon (45), seorang janda penerima manfaat program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dalam kegiatan TMMD ke-130 Kodim 0209/Labuhanbatu. Rumahnya yang berada di Gang Sanggul Mas, Dusun Sikampak, Desa Aek Batu, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, kini mulai memasuki tahap pemasangan dinding setelah sebelumnya dilakukan pembongkaran.
Perlahan, bentuk rumah yang baru mulai terlihat. Personel Satgas TMMD bekerja dengan penuh semangat dan ketelitian untuk menyelesaikan setiap tahapan pembangunan. Di bawah pimpinan kepala tukang, Serma Ngadiono, pengerjaan dinding dilakukan dengan memperhatikan ketepatan ukuran dan kerapian susunan material agar bangunan yang dihasilkan kokoh dan nyaman untuk ditempati.
Keseriusan Satgas terlihat saat Serma Ngadiono melakukan pengukuran dan menarik tali benang sebagai panduan pemasangan dinding. Setiap bagian diperiksa dengan cermat untuk memastikan susunan tetap lurus dan sesuai ukuran. Ketelitian tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan rumah yang lebih aman dan layak bagi penerima manfaat.
Bagi Ibu Heni, perubahan yang mulai terlihat pada rumahnya menghadirkan kebahagiaan tersendiri. Dinding yang perlahan berdiri menjadi tanda bahwa harapan untuk memiliki hunian yang lebih baik semakin dekat. Program RTLH ini tidak hanya memberikan perubahan pada kondisi fisik rumah, tetapi juga menumbuhkan optimisme dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Rumah memiliki arti penting bagi setiap keluarga, bukan sekadar tempat berteduh, tetapi juga ruang untuk beristirahat dan menjalani kehidupan dengan nyaman. Karena itu, rehabilitasi rumah milik Ibu Heni menjadi salah satu bentuk kepedulian yang manfaatnya diharapkan dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Melalui program TMMD ke-130, Kodim 0209/Labuhanbatu terus menunjukkan komitmen untuk membantu masyarakat melalui pembangunan yang menyentuh kebutuhan dasar. Semangat gotong royong dan ketelitian para prajurit menjadi bagian dari upaya menghadirkan hunian yang lebih baik.
Bagi Ibu Heni, setiap dinding yang terpasang bukan hanya bagian dari bangunan, melainkan simbol tumbuhnya harapan baru. Dari proses pembangunan yang terus berjalan, tersimpan harapan akan kehidupan yang lebih nyaman, aman, dan penuh optimisme di masa mendatang.

