Cirebon – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 yang diinisiasi oleh Kodim 0620/Kabupaten Cirebon kembali menunjukkan kepeduliannya pada sektor nonfisik. Kali ini, fokus diarahkan pada peningkatan kemandirian ekonomi kaum perempuan di daerah pelosok. Langkah tersebut diwujudkan melalui program pemberdayaan masyarakat yang menyasar langsung kelompok ibu rumah tangga.
Kegiatan nonfisik ini dikemas dalam bentuk Pelatihan Tata Boga khusus bagi ibu-ibu warga Desa Luwung Kencana, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon, Kamis 16/07/2026). Pelaksanaan program ini berjalan secara dinamis di tengah antusiasme warga yang tinggi. Kehadiran program ini menjadi angin segar bagi masyarakat yang membutuhkan alternatif sumber pendapatan baru.
Dalam pelaksanaannya, Kodim 0620/Kabupaten Cirebon tidak bergerak sendiri melainkan menggandeng mitra instansi pemerintah terkait. Kolaborasi strategis ini dilakukan bersama Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Cirebon. Teknis pelatihan di lapangan dipercayakan sepenuhnya kepada para instruktur profesional dari Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Cirebon.
Materi utama yang disuguhkan pada sesi pelatihan kali ini adalah seni kuliner pembuatan kuliner tradisional khas pempek. Seluruh peserta mendapatkan pembekalan teori dasar sekaligus kesempatan melakukan praktik langsung di bawah bimbingan ahlinya. Sesi edukasi ini dipandu secara interaktif oleh Muhammad Arifin selaku instruktur Tata Boga dari BLK Kabupaten Cirebon.
Para ibu di desa tersebut diajarkan secara runut mulai dari pemahaman kualitas bahan baku yang baik. Proses dilanjutkan dengan teknik pengolahan adonan yang pas agar menghasilkan tekstur pempek yang kenyal. Tidak ketinggalan, cara perebusan yang benar hingga rahasia peracikan kuah cuko yang lezat juga dikupas tuntas.
Komandan Kodim 0620/Kabupaten Cirebon, Letkol Inf. Nizar Bachtiar, S.H., M.I.P., menegaskan pentingnya keseimbangan program TMMD. Menurutnya, pembangunan wilayah tidak boleh hanya berfokus pada infrastruktur fisik seperti jalan semata. Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dinilai memiliki bobot kepentingan yang setara untuk jangka panjang.
Letkol Inf. Nizar Bachtiar berharap keterampilan baru ini bisa diaplikasikan menjadi rintisan usaha mandiri di rumah. Tambahan penghasilan dari sektor kuliner ini diproyeksikan mampu mendongkrak kesejahteraan finansial keluarga kecil di desa. Kemandirian ekonomi inilah yang menjadi target utama dari implementasi kegiatan tata boga tersebut.
Apresiasi tinggi turut mengalir dari Kepala Desa Luwung Kencana, Mustofa, yang menganggap warganya sangat beruntung mendapat perhatian ini. Pihak pemerintah desa berharap sinergi antara TNI, Pemda, dan masyarakat ini terus terjaga demi kemajuan ekonomi desa. Pelatihan ini menjadi modal utama menciptakan masyarakat Desa Luwung Kencana yang lebih produktif dan kreatif.

