Palangka Raya – Komandan Korem (Danrem) 102/Panju Panjung Brigjen TNI Wimoko, S.E., M.Si., diwakili Kepala Seksi Operasi (Kasiops) Kasrem 102/Pjg, Letkol Inf Abdul Jamal Husin, M.Han., menghadiri Rapat Koordinasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah yang digelar di Aula Jayang Tingang Lantai II, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Kamis (30/7/2026).
Rapat koordinasi tersebut dipimpin langsung oleh Kepala BNPB, Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., didampingi jajaran BNPB. Turut hadir Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran, S.I.Kom., Plt. Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah dr. Linae Victoria Aden, Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol. Iwan Kurniawan, S.I.K., M.Si., unsur Forkopimda, para bupati dan wali kota se-Kalimantan Tengah, jajaran TNI-Polri, kepala BPBD kabupaten/kota, serta instansi terkait lainnya.
Dalam laporannya, Gubernur Kalimantan Tengah menyampaikan apresiasi kepada BNPB atas dukungan yang diberikan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Gubernur juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh unsur TNI dan Polri yang selama ini aktif mendukung upaya penanggulangan karhutla di wilayah Kalimantan Tengah melalui berbagai langkah pencegahan, patroli terpadu, hingga pemadaman di lapangan.
Selain itu, Gubernur menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah telah menetapkan status tanggap darurat bencana karhutla sejak 26 Mei hingga 21 Oktober 2026. Berbagai upaya penanganan terus dilakukan secara terpadu melalui jalur darat, sungai, dan udara, serta menginstruksikan seluruh kepala daerah agar bergerak cepat dan responsif terhadap setiap kejadian karhutla.
Sementara itu, Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto menegaskan bahwa penanganan karhutla merupakan tanggung jawab bersama yang harus dilaksanakan melalui sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, BMKG, serta seluruh pemangku kepentingan. Sesuai arahan Presiden Republik Indonesia, seluruh unsur diminta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung pada Agustus hingga September 2026. BNPB juga menyatakan kesiapan memberikan dukungan logistik, peralatan, maupun bantuan lainnya sesuai kebutuhan daerah.
Usai kegiatan, Kasiops Kasrem 102/Pjg menyampaikan bahwa Korem 102/Panju Panjung berkomitmen untuk terus mendukung kebijakan pemerintah dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla melalui sinergi bersama pemerintah daerah, BPBD, Polri, serta seluruh instansi terkait.
“Dengan koordinasi dan kolaborasi yang solid, diharapkan upaya pencegahan dan penanganan karhutla dapat berjalan lebih optimal sehingga mampu meminimalkan dampak yang ditimbulkan serta menjaga keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan di Kalimantan Tengah,” pungkasnya.

