Cilegon – Rasa gembira dan syukur dipanjatkan oleh jajaran TNI dan masyarakat Kecamatan Pulomerak atas kelancaran program pembangunan di wilayah mereka. Semangat kebersamaan yang kuat antara prajurit Kodim 0623/Cilegon dan warga lokal telah membuahkan hasil yang sangat membanggakan pada pelaksanaan TMMD ke-128 hari ini. Kerja keras tanpa kenal lelah selama hampir sebulan penuh kini terbayar lunas.
Hasil nyata dari kemanunggalan tersebut adalah rampungnya pengerjaan fisik 10 titik sumur bor yang mencapai target sempurna 100 persen. Program tambahan yang diinisiasi sebagai Program Unggulan TNI AD ini menyasar area-area yang paling membutuhkan di Kelurahan Mekar Sari. Keberhasilan ini membuktikan bahwa tidak ada kendala geografis yang tidak bisa ditembus jika TNI dan rakyat bersatu.
Letkol Inf Imam Buchori, S.H., M.I.P., selaku Dansatgas TMMD ke-128 Kodim 0623/Cilegon, menyampaikan apresiasi tertinggi kepada seluruh warga yang ikut bercucuran keringat di lapangan. “Selesainya 10 titik sumur bor ini adalah buah dari gotong royong yang luar biasa antara prajurit dan masyarakat. Kami tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga memperkuat ikatan batin dan kemanunggalan TNI bersama rakyat,” tuturnya pada Selasa (19/5/2026).
Rampungnya fasilitas air bersih di 10 lokasi berbeda ini membawa dampak transformatif bagi tatanan sosial dan produktivitas warga Mekar Sari. Ketersediaan air yang melimpah dan dekat dari rumah membuat aktivitas domestik kaum ibu menjadi jauh lebih ringan dan efisien. Waktu yang biasanya habis untuk mengantre air kini bisa digunakan untuk kegiatan produktif atau mengasuh anak-anak.
Dampak ekonomi juga dirasakan secara instan karena air yang mengalir deras mampu menyokong usaha mikro dan pertanian ladang masyarakat. Tanah-tanah yang dulunya gersang kini berpotensi untuk diolah kembali berkat pasokan air yang stabil dari sumur bor TMMD. Peningkatan produktivitas ini diharapkan mampu mendongkrak kesejahteraan ekonomi keluarga di Kelurahan Mekar Sari secara bertahap.
Merespons selesainya pembangunan tersebut, ungkapan kegembiraan dan apresiasi terus mengalir dari mulut warga yang merasa sangat terbantu. Salah seorang warga Pulomerak menyatakan bahwa kehadiran Satgas TMMD telah mengubah wajah desa mereka menjadi lebih maju dan mandiri. “Selesainya sumur bor ini membuat kampung kami hidup kembali, TNI betul-betul mendengarkan jeritan hati kami yang kesulitan air selama ini,” katanya penuh semangat.
Keberhasilan capaian target pada Hari H+27 ini menjadi tolok ukur suksesnya operasi bakti TNI dalam membantu mempercepat pembangunan di wilayah pelosok. Kolaborasi yang harmonis dengan Pemerintah Kota Cilegon juga menjadi pilar penting di balik kelancaran distribusi material dan penentuan titik bor. Semua elemen bekerja dalam satu visi yang sama untuk menyejahterakan masyarakat.
Sebagai penutup dari rangkaian pembangunan fisik ini, Satgas TMMD mengajak warga untuk membentuk sistem pengelolaan air yang mandiri dan adil. Dengan pengelolaan yang terstruktur, manfaat dari sumur bor ini akan tetap terjaga dan merata bagi seluruh kepala keluarga. Semoga semangat gotong royong yang telah membara selama TMMD ini dan pemeliharaan fasilitas ke depan tetap berjalan dengan selaras.

