
PAMEKASAN – Tidak pernah terbayangkan sebelumnya oleh Jumadi, 70 tahun, warga Dusun Kotalon, Desa Jarin, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, bahwa dirinya akan memiliki rumah baru yang layak dan nyaman. Kini, melalui program TMMD Ke-130 Kodim 0826/Pamekasan, impian tersebut akhirnya terwujud.
Pembangunan rumah berukuran 5×7 meter itu telah mencapai 100 persen pada Jumat (6/11/2026). Rumah yang sebelumnya menjadi kebutuhan mendesak bagi keluarga Jumadi kini telah berdiri dan siap ditempati.
Ada cerita menarik di balik terpilihnya Jumadi sebagai penerima bantuan pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Ia mengaku sebenarnya merasa malu untuk menyampaikan kondisi rumahnya kepada Kepala Desa Jarin.
Namun, kepedulian pemerintah desa membuat kondisi Jumadi tetap mendapat perhatian. Kepala Desa Jarin melihat langsung kebutuhan masyarakat dan melakukan pendataan terhadap warga yang benar-benar membutuhkan bantuan.
Setelah melalui proses survei lebih dari enam bulan, rumah Jumadi akhirnya dipilih untuk mendapatkan pembangunan melalui program TMMD.
“Saya malu usul ke Pak Kades. Tapi Pak Kades yang peka. Alhamdulillah sekarang saya punya rumah baru, dan ada sumur bersama juga. Tetangga ikut senang,” ujar Jumadi.
Kebahagiaan itu semakin terasa ketika ia melihat langsung para prajurit TNI bekerja menyelesaikan rumahnya. Hampir setiap hari, Jumadi menyaksikan proses pembangunan dari depan rumah.
Ia bahkan sempat berniat ikut mengaduk semen, tetapi para prajurit memintanya beristirahat karena usianya sudah lanjut.
“Terus terang saya kagum. Kirain tentara itu cuma bawa senjata saja. Ternyata mereka kerja kuli juga, panas-panas pula. Semangatnya luar biasa,” katanya.
Karena tidak bisa ikut bekerja, Jumadi memilih membantu dengan cara sederhana, yakni menyiapkan kopi untuk para personel Satgas TMMD.
“Saya mau bantu, dibilang, ‘Bapak duduk saja, biar kami yang kerja’. Ya sudah saya duduk, saya buatkan kopi saja. Itu saja sudah senang saya,” tambahnya.
Di usia senja, Jumadi menjalani kehidupan sederhana bersama istrinya. Tiga anak mereka telah tumbuh dewasa dan menjalani kehidupan masing-masing. Muhammad Hatip, anak laki-lakinya yang kini berusia 45 tahun, meneruskan perjuangan sang ayah melalui usaha kambing.
Meski kehidupan ekonomi keluarga tidak berlebihan, Jumadi mengaku tidak pernah merasa kekurangan kebahagiaan. Ia bersyukur karena ketiga anaknya tumbuh rukun dan tidak pernah bertengkar sejak kecil.
“Anak saya tiga, tidak ada yang ribut dari kecil. Kami hidup apa adanya. Orang Madura bilang, orang kaya bisa punya motor dan harta, tapi belum tentu bahagia. Kami tidak punya, tapi kami akur. Itu bahagia kami,” tuturnya.
Kehidupan rumah tangganya bersama sang istri juga menjadi sumber kekuatan. Puluhan tahun mereka lalui bersama, mulai dari masa ketika Jumadi masih kuat bekerja sebagai buruh hingga sekarang saat usia membuatnya tidak lagi mampu melakukan pekerjaan berat.
Kini, mereka mengandalkan hasil memelihara kambing untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bagi Jumadi, kesehatan, keluarga yang rukun, dan istri yang selalu mendampingi merupakan nikmat yang patut disyukuri.
Rampungnya pembangunan rumah Jumadi menjadi salah satu wujud kepedulian TMMD Ke-130 Kodim 0826/Pamekasan terhadap masyarakat kurang mampu. Kehadiran prajurit TNI bersama pemerintah desa tidak hanya membantu menyediakan tempat tinggal yang lebih layak, tetapi juga menghadirkan perhatian bagi warga yang membutuhkan.
Rumah baru itu kini menjadi saksi kebersamaan TNI dan rakyat. Sementara bagi Jumadi, kebahagiaan terbesarnya bukan hanya memiliki istana baru, melainkan tetap bisa menjalani hari tua bersama keluarga yang saling menyayangi dan hidup rukun. (Pendim 0826)

