TAPIN – Komando Distrik Militer (Kodim) 1010/Tapin melaksanakan kegiatan Asistensi Teknis Penyelenggaraan Bakti TNI bidang Karya Bakti, bertempat di Aula Kodim 1010/Tapin, Jalan Brigadir Jenderal H. Hasan Basri, Kelurahan Bitahan, Kecamatan Lokpaikat, Kabupaten Tapin, pada Kamis (13/08). Kegiatan dihadiri oleh Ketua Tim Asistensi Teknis Kolonel Inf Dani Adam, Anggota Tim Mayor Inf Agung, Perwira Pembantu Utama, serta seluruh personel Kodim 1010/Tapin.
Kegiatan dibuka dengan sambutan Komandan Kodim yang diwakili Pasi Ter Kapten Inf Ariadi. “Karya Bakti TNI adalah wujud nyata pengabdian sekaligus sarana memperkuat kemanunggalan TNI–Rakyat. Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan pembangunan dan sosial masyarakat, tetapi juga menumbuhkan semangat gotong royong, kebersamaan, kepedulian, dan persatuan,” ujarnya.
Ditegaskan pula setiap kegiatan harus dilaksanakan secara terencana, terkoordinasi, tepat sasaran, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. “Kami berharap Tim Asistensi memberikan arahan dan koreksi, baik dari sisi perencanaan, administrasi, pelaksanaan, pengawasan maupun pelaporan, guna meningkatkan kualitas penyelenggaraan Bakti TNI di wilayah Tapin. Pelaksanaan Karya Bakti harus senantiasa mengutamakan kepentingan masyarakat, ketepatan sasaran, kualitas hasil, dan keberlanjutan manfaat, dengan memperkuat koordinasi bersama pemerintah daerah dan seluruh komponen masyarakat,” tambahnya. Kepada seluruh personel, ditegaskan agar mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh, memanfaatkannya untuk menambah wawasan, serta berkonsultasi secara terbuka dengan tim asistensi.
Selanjutnya, Ketua Tim Asistensi Teknis Kolonel Inf Dani Adam memberikan pengarahan. “Karya Bakti TNI adalah wujud nyata sinergitas dan kemanunggalan TNI–Rakyat, yang tidak hanya membangun fisik, tetapi juga memperkuat gotong royong, kepedulian sosial, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Asistensi ini penting untuk menyamakan persepsi dan memastikan penyelenggaraan berjalan terarah, efektif, tertib, dan sesuai ketentuan. Mari kita jadikan momentum ini meningkatkan kualitas Bakti TNI serta memperkokoh kemanunggalan TNI dan rakyat,” paparnya.
Mengenai Transformasi Doktrin Binter TNI AD, Kolonel Inf Dani Adam menyampaikan bahwa perkembangan lingkungan strategis menuntut penyesuaian konsep dan metode pembinaan teritorial. “Ancaman saat ini bersifat multidimensi, sehingga Binter harus dilaksanakan secara adaptif, terpadu, terkoordinasi, dan berorientasi pada kepentingan pertahanan negara. Binter bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan upaya membangun komunikasi sosial, memperkuat kemanunggalan TNI–Rakyat, serta menyiapkan ruang, alat, dan kondisi juang yang tangguh,” jelas beliau.
Lima hal ditegaskan: pahami secara utuh arah transformasi doktrin Binter; tingkatkan kemampuan adaptasi terhadap perubahan lingkungan strategis; perkuat sinergitas lintas matra dan bersama seluruh pemangku kepentingan di daerah; terjemahkan pemahaman doktrin menjadi kegiatan nyata sesuai kebutuhan wilayah; serta tetap pegang teguh jati diri TNI sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional, dan tentara profesional. “Utamakan kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara, serta senantiasa jaga kepercayaan rakyat. Melalui asistensi ini diharapkan tumbuh masukan konstruktif demi mewujudkan konsep Binter TNI yang semakin terpadu dan relevan,” tegasnya.
Kegiatan ditutup dengan penyampaian materi teknis penyelenggaraan Karya Bakti di wilayah oleh Mayor Inf Agung. Asistensi ini diharapkan menjadi landasan kuat bagi peningkatan kualitas dan efektivitas pelaksanaan Karya Bakti TNI di wilayah Kabupaten Tapin ke depan.(1010).

