PANGKALAN BUN – Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, S.A.P., M.Sc., bersama Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran, S.Ikom., melakukan kunjungan kerja ke wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Rabu (26/8/2026).
Kedatangan Pangdam XXII/Tambun Bungai bersama rombongan melalui Bandara Iskandar Pangkalan Bun menggunakan pesawat ID 6204 dari Cengkareng menuju Pangkalan Bun. Kedatangan rombongan disambut sejumlah pejabat TNI, Polri dan Pemerintah Daerah Kobar.
Turut hadir dalam rombongan Asops Kasdam XXII/TB Kolonel Inf Danang Prasetyo Wibowo, M.I.Pol. Sementara itu, penyambutan dilakukan Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, S.I.K., M.Si., Danrem 102/Pjg Brigjen TNI Wimoko, S.E., M.Si., Dandim 1014/Pbn Letkol Inf Makin, S.Sos., M.I.P., Kapolres Kobar AKBP Joko Handono, S.I.K., M.H., M.M., Danlanud Iskandar Letkol Pnb Nugroho Tri Widianto, M.Han., Danlanal Kumai Mayor Laut (P) Wahyu Setyadi, S.S.T.Han., serta unsur Forkopimda dan instansi terkait lainnya.
Setibanya di Kobar, Pangdam XXII/TB bersama rombongan langsung menuju Posko Induk Karhutla BPBD Kobar di Jalan Cilik Riwut II, Kecamatan Madurejo. Di lokasi tersebut, Pangdam menerima pemaparan dari Kalaksa BPBD Kobar terkait kondisi dan perkembangan kejadian kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kotawaringin Barat sepanjang 2026.
Tidak berhenti di posko, Pangdam bersama rombongan kemudian bergerak menuju Posko Lapangan Karhutla BPBD Kobar di kawasan Gang Ir. Wisman, Sei Tatas, Kelurahan Baru. Di lokasi tersebut, Pangdam meninjau secara langsung proses penanganan titik api yang dilakukan oleh personel di lapangan.
Kehadiran Pangdam di lokasi menjadi bagian dari upaya memastikan penanganan Karhutla berjalan cepat, terpadu dan melibatkan seluruh unsur terkait, sehingga potensi meluasnya kebakaran dapat segera diminimalkan.
Pangdam XXII/Tambun Bungai menegaskan bahwa penanganan Karhutla membutuhkan respons cepat serta sinergi seluruh pihak, baik TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD maupun masyarakat.
“Karhutla harus ditangani secara cepat dan terpadu. Yang paling utama adalah bagaimana kita mencegah api meluas, melindungi masyarakat dan lingkungan, serta memastikan seluruh unsur di lapangan bekerja secara sinergis sesuai tugas dan tanggung jawabnya,” tegas Pangdam XXII/Tambun Bungai.
Menurut Pangdam, penanganan Karhutla tidak hanya berorientasi pada pemadaman ketika api sudah muncul, tetapi juga harus dibarengi dengan langkah pencegahan dan peningkatan kesadaran masyarakat.
“Upaya pencegahan harus menjadi perhatian bersama. Sinergi antara aparat, pemerintah daerah, instansi terkait dan masyarakat sangat penting agar kejadian Karhutla dapat ditekan dan dampaknya tidak semakin luas,” lanjutnya.
Kunjungan tersebut menunjukkan komitmen TNI bersama pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait dalam memperkuat koordinasi serta memastikan penanganan Karhutla di wilayah Kalimantan Tengah, khususnya Kotawaringin Barat, dapat dilaksanakan secara optimal demi menjaga keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

