Manggarai Timur, 29 Agustus 2026 — Kepedulian TNI terhadap masyarakat terdampak bencana kembali terlihat di Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Anggota Koramil 1612-05/Elar turun langsung membantu proses penurunan bantuan kemanusiaan dari Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia yang tiba di Posko Utama SMK Muhammadiyah Pota, Sabtu (29/8/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin Sertu Saman Badarudin bersama empat anggota Koramil 1612-05/Elar. Dengan sigap, personel membantu menurunkan sekaligus menata berbagai bantuan yang nantinya diperuntukkan bagi masyarakat yang terdampak bencana.
Bukan sekadar mengangkat dan memindahkan barang, kehadiran personel Koramil menjadi bagian dari upaya memastikan bantuan yang datang dapat ditangani secara cepat, tertib dan aman. Di tengah situasi darurat, setiap bantuan memiliki arti penting bagi warga yang sedang berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Bantuan yang tiba di Posko Utama SMK Muhammadiyah Pota cukup beragam. Di antaranya 600 paket sembako bantuan Presiden (Bampres), 25 set tenda keluarga, 100 dos mi instan, 60 dos minyak goreng, 6 dos makanan siap saji, 50 dos popok bayi, 300 dos Pop Mie, 10 dos teh gelas, 100 pieces selimut, 1 koli sarung, 50 dos air minum, 15 paket minuman Hydriling, 8 dos pasta gigi, 10 dos sikat gigi, 25 dos sabun mandi, 20 pieces kasur lipat, 1 kodi matras dan 40 dos tanggo.
Sertu Saman Badarudin mengatakan, keterlibatan personel Koramil dalam proses penurunan bantuan merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab TNI untuk selalu hadir ketika masyarakat membutuhkan bantuan.
“Kami dari Koramil 1612-05/Elar siap membantu setiap proses penanganan di lapangan. Bantuan yang datang ini sangat dibutuhkan masyarakat, sehingga kami berusaha agar proses penurunan dan penataan dapat berjalan cepat, tertib dan aman,” ujar Sertu Saman Badarudin.
Ia menambahkan, dalam kondisi bencana, kerja sama seluruh pihak menjadi kunci agar kebutuhan masyarakat dapat segera ditangani. Menurutnya, personel TNI akan terus mendukung kegiatan kemanusiaan selama masyarakat masih membutuhkan bantuan di lapangan.

