
Gunung Mas, Kalimantan Tengah – Dalam rangka meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap bahaya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), para Perwira Siswa Pendidikan Reguler (Dikreg) LXVIII Seskoad melaksanakan kegiatan Sosialisasi dan Penyuluhan Penanggulangan dan Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan di SMAN 1 Tewah, Jalan Gunung Mas No. 75, Tewah, Kecamatan Tewah, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah.
Kegiatan ini diikuti oleh Kepala Sekolah SMAN 1 Tewah, Danramil 1018-05/Tewah, serta 50 siswa SMAN 1 Tewah. Kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan kontribusi nyata Perwira Siswa Dikreg LXVIII Seskoad dalam mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla melalui edukasi dan peningkatan pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan pemaparan materi mengenai pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan dengan mengusung pesan “Cegah Sebelum Terbakar, Deteksi Dini, Lapor Cepat, Tangani Secara Terpadu.”
Materi yang disampaikan meliputi pengenalan segitiga api yang terdiri dari bahan bakar, panas atau sumber api, dan oksigen; analisis penyebab kebakaran yang dipengaruhi faktor manusia maupun faktor alam; serta berbagai dampak Karhutla terhadap kesehatan, lingkungan, perekonomian, dan kehidupan sosial masyarakat.
Selain itu, para siswa diberikan pemahaman mengenai sistem penanggulangan Karhutla melalui lima pilar utama, yaitu sinergi kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, TNI, akademisi dan pakar, serta pemanfaatan teknologi. Materi juga menekankan pentingnya deteksi dini dan mekanisme pelaporan apabila ditemukan titik api atau kepulan asap di lingkungan sekitar.
Dalam aspek pencegahan, peserta diberikan pengetahuan mengenai tindakan nyata yang dapat dilakukan masyarakat, antara lain menghentikan praktik pembukaan lahan dengan cara membakar, meningkatkan kewaspadaan terhadap sumber api, menjaga ketersediaan sumber air, mendukung patroli desa, serta melaporkan secara cepat setiap indikasi terjadinya kebakaran.
Tidak hanya penyampaian teori, sosialisasi juga membahas langkah-langkah teknis pencegahan, seperti penerapan Pertanian Tanpa Bakar (PLTB), pengelolaan sisa vegetasi menjadi kompos, pengamanan api unggun, pengelolaan tata air di kawasan gambut, serta pemanfaatan teknologi berupa citra satelit hotspot, drone thermal, dan koordinat GPS untuk mendukung deteksi dini.
Aspek keselamatan dalam penanganan Karhutla turut menjadi perhatian melalui pengenalan alat pelindung diri (APD), perlengkapan pemadaman sederhana, peralatan komunikasi dan navigasi, serta pemahaman mengenai jalur evakuasi dan prosedur keselamatan saat menghadapi kebakaran.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa SMAN 1 Tewah memiliki pengetahuan dan kesadaran yang lebih baik mengenai bahaya Karhutla, mampu mengenali potensi terjadinya kebakaran sejak dini, serta memahami langkah yang tepat dalam melakukan pelaporan kepada aparat terkait.
Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud sinergi antara TNI, institusi pendidikan, dan masyarakat dalam membangun kepedulian bersama terhadap kelestarian lingkungan serta menjaga keselamatan masyarakat dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.
Pencegahan Karhutla adalah tanggung jawab bersama. Mari bergerak bersama: Cegah Sebelum Terbakar!

