Cilegon – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 0623/Cilegon menunjukkkan progres signifikan dalam pengerjaan sasaran fisik tambahan. Hingga memasuki hari ke-25 pelaksanaan pada Minggu (17/05/2026), proyek renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kecamatan Citangkil sudah mendekati tahap akhir.
Target renovasi bangunan milik Ibu Nurul Latifah di Link Kubang Lesung Kulon RT 001/004, Kelurahan Taman Baru tersebut kini telah mencapai 85 persen. Konstruksi bangunan lama yang sebelumnya dinilai rawan dan rapuh, saat ini sudah digantikan dengan struktur bangunan baru yang jauh lebih kuat.
Melihat efisiensi waktu yang berjalan baik, Satgas TMMD berinisiatif melakukan pekerjaan ekstra di luar rencana dasar bangunan. Petugas di lapangan saat ini sedang berfokus merampungkan pembuatan fasilitas dapur yang layak demi melengkapi kenyamanan bagi sang pemilik rumah.
Ibu Nurul Latifah selaku penerima bantuan menyampaikan apresiasi tinggi kepada jajaran TNI dan Pemerintah Kota Cilegon yang bergerak cepat membenahi rumahnya. Ia menilai pengerjaan yang dilakukan para prajurit sangat rapi sehingga rumahnya kini terlihat kokoh dan megah.
Untuk memastikan target waktu tercapai, personel TNI terus berjaga dan membagi sif kerja bersama masyarakat lokal. Komandan SSK TMMD, Kapten Inf Dede Sukendar, menyebutkan bahwa koordinasi di lapangan diperketat agar semua pengerjaan detail bangunan tidak ada yang terlewat.
“Kami beserta seluruh masyarakat sekitar akan terus bekerja siang dan malam dalam mempercepat proses pembangunan. Fokus kami adalah agar rumah ini dapat segera ditempati dengan aman oleh pemiliknya,” tegas Kapten Inf Dede Sukendar.
Sementara itu, Dansatgas TMMD ke-128 Kodim 0623/Cilegon, Letkol Inf Imam Buchori, S.H., memaparkan bahwa rehabilitasi ini memiliki dampak multisektor. Program penataan hunian ini didesain untuk meningkatkan derajat kesehatan, keamanan, sekaligus kenyamanan psikologis keluarga penerima bantuan.
Letkol Inf Imam Buchori juga menambahkan bahwa keberhasilan akselerasi fisik ini tidak lepas dari budaya gotong royong warga Citangkil yang tinggi. Sinergi yang harmonis ini menjadi modal utama dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur daerah yang berkelanjutan.

