HALMAHERA UTARA — Di tengah kondisi kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah, Kodim 1508/Tobelo bersama Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara, unsur TNI-Polri, tokoh agama dan masyarakat menggelar Sholat Istisqa berjamaah dan doa bersama sebagai bentuk ikhtiar memohon rahmat serta pertolongan Allah SWT agar segera diturunkan hujan.
Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Makodim 1508/Tobelo, Jalan Ir. Hein Namotemo, M.Sp., Desa MKCM, Kecamatan Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara, Kamis (3/9/2026), dan diikuti kurang lebih 450 jamaah.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Halmahera Utara Dr. Kasman Hi. Ahmad, S.Ag., M.Pd., Dandim 1508/Tobelo Letkol Kav Ramdhani Akbar, S.I.P., Kabaglog Polres Halut AKP Safarudin Bela mewakili Kapolres Halut, Kepala Kantor Kementerian Agama Halut Hi. Abdulrahman Mohammed Ali, S.Ag., M.Pd., Kepala BNN Halut Fadly I Sadik, Kapolsek Tobelo Iptu Pardi, para imam masjid se-Kabupaten Halmahera Utara, para asisten Setda Halut, staf ahli bupati, pimpinan OPD serta masyarakat.
Sholat Istisqa dimulai pukul 10.00 WIT dan diimami Ustadz Ahmad Almusawa, S.Pd.I. Setelah pelaksanaan sholat, kegiatan dilanjutkan dengan khutbah yang disampaikan Wakil Bupati Halmahera Utara Dr. Kasman Hi. Ahmad.
Dalam khutbahnya, Wakil Bupati mengajak seluruh jamaah untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT, memperbanyak istighfar dan melakukan introspeksi diri, khususnya dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Ia mengingatkan bahwa manusia memiliki tanggung jawab sebagai khalifah di muka bumi untuk menjaga dan melindungi lingkungan. Karena itu, masyarakat diajak untuk tidak melakukan penebangan pohon secara sembarangan, menjaga hutan, memperkuat reboisasi serta meningkatkan kesadaran dalam mengelola sampah.
“Marilah kita berkumpul dalam kebersamaan, bermunajat mengetuk pintu langit, mengharap keberkahan turunnya hujan untuk keberlanjutan kehidupan bumi,” ungkapnya.
Menurutnya, kemarau panjang dan kondisi cuaca yang semakin sulit diprediksi harus menjadi bahan evaluasi bersama. Kerusakan hutan, penebangan pohon secara masif dan sembarangan, lahan yang semakin tandus serta buruknya pengelolaan sampah dapat berdampak terhadap keseimbangan lingkungan dan meningkatkan potensi bencana ketika musim penghujan tiba.
“Sudah seharusnya kita segera menyadarinya dan menguatkan komitmen untuk lebih menjaga lingkungan. Semua harus diawali dari setiap individu yang kemudian menjadi gerakan kolektif untuk merawat lingkungan demi keberlanjutan kehidupan,” pesannya.
Selain meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, jamaah juga diajak untuk memperbanyak istighfar dan bertaubat kepada Allah SWT atas segala kesalahan serta memohon keberkahan dan turunnya hujan.
Usai khutbah, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama. Seluruh jamaah memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan yang merata, menyuburkan, bermanfaat dan membawa rahmat serta keberkahan bagi masyarakat dan seluruh makhluk ciptaan-Nya.
Dandim 1508/Tobelo Letkol Kav Ramdhani Akbar, S.I.P., melalui kegiatan tersebut turut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan momentum kemarau sebagai pengingat agar senantiasa bersyukur, memperkuat kepedulian sosial serta menjaga kelestarian alam.
Sholat Istisqa bukan hanya menjadi bentuk ibadah dan permohonan kepada Allah SWT, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan serta membangun kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. (Pen1508)

