Gresik – Selain mengerjakan sasaran fisik, Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 0817/Gresik juga menggencarkan program non-fisik. Salah satunya sosialisasi Perpolisian Masyarakat yang digelar di Balai Desa Slempit, Kecamatan Kedamean, Rabu (29/4/2026) malam.
Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber yakni Aiptu Syafei dari Polres Gresik, Peltu Iwan Jaya dari Kodim 0817/Gresik, dan Kepala Desa Slempit Suyitno. Sosialisasi diikuti puluhan warga serta perwakilan kelompok masyarakat Desa Slempit.
Dalam paparannya, Aiptu Syafei menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di lingkungannya masing-masing.
“Konsep perpolisian masyarakat ini penting karena jumlah personel Polri sangat terbatas dan tidak sebanding dengan jumlah penduduk. Jadi masyarakat harus menjadi polisi bagi dirinya sendiri dan lingkungannya. Kalau warga kompak, tindak kejahatan bisa dicegah sejak dini,” jelas Aiptu Syafei.
Sementara itu, Peltu Iwan Jaya menyampaikan bahwa program non-fisik TMMD memang dirancang untuk menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat.
“TMMD tidak hanya membangun jalan, jembatan, atau waduk. Kami juga menyasar program sosialisasi, pelatihan, dan pembinaan di semua sektor, termasuk soal kamtibmas. Harapannya warga Desa Slempit semakin sadar hukum dan bisa menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif,” ungkap Peltu Iwan Jaya.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi bukti nyata sinergi TNI-Polri di lapangan. “TNI dan Polri terus bergandengan tangan. Bersama pemerintah desa dan masyarakat, kita wujudkan desa yang aman, maju, dan sejahtera,” tegasnya.
Kepala Desa Slempit, Suyitno, mengapresiasi kegiatan sosialisasi tersebut. Menurutnya, pemahaman warga soal kamtibmas akan sangat membantu pemerintah desa dalam menjaga stabilitas wilayah, terutama saat TMMD berlangsung dan pasca-pembangunan nanti.
Warga yang hadir tampak antusias mengikuti sosialisasi. Sesi tanya jawab berlangsung interaktif, mulai dari cara mencegah pencurian hasil panen hingga penanganan konflik sosial di tingkat RT/RW.(Pen0817).




