
MUNA – Suasana gotong royong mewarnai pelaksanaan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dalam program TMMD ke-130 Kodim 1416/Muna di Desa Kawite-Wite, Kecamatan Katobu, Kabupaten Muna, Jumat (16/10/2026).
Personel Satgas TMMD bersama masyarakat terlihat bahu-membahu mengerjakan sejumlah bagian rumah yang membutuhkan perbaikan. Material kayu dipersiapkan untuk mendukung proses rehabilitasi yang dilakukan secara bertahap.
Bagi masyarakat, pengerjaan RTLH tersebut bukan sekadar membangun kembali bagian rumah yang rusak. Program ini menjadi harapan untuk memiliki tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman bagi keluarga.
Dansatgas TMMD ke-130 Kodim 1416/Muna, Letkol Inf Farid Heru Puryanto, S.H., mengatakan keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam pelaksanaan rehabilitasi RTLH.
“Dalam pelaksanaannya, personel Satgas TMMD bersama masyarakat setempat bergotong royong mengerjakan proses rehabilitasi rumah. Berbagai pekerjaan dilakukan secara bertahap, mulai dari persiapan material kayu hingga pengerjaan bagian rumah yang memerlukan perbaikan,” katanya.
Ia menilai, proses pengerjaan bersama tersebut memperlihatkan eratnya hubungan antara TNI dan masyarakat. Prajurit tidak hanya hadir untuk menyelesaikan pekerjaan, tetapi juga berinteraksi langsung dengan warga dalam suasana kekeluargaan.
“Semangat kebersamaan terlihat dalam setiap tahapan pekerjaan. Personel Satgas TMMD dan masyarakat saling bahu-membahu, mencerminkan kuatnya kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mendukung percepatan pembangunan di wilayah pedesaan,” ungkapnya.
Rehabilitasi RTLH menjadi salah satu sasaran fisik TMMD yang memiliki manfaat langsung bagi masyarakat. Hunian yang lebih layak diharapkan dapat mendukung kenyamanan dan keamanan warga dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Letkol Inf Farid menegaskan bahwa Kodim 1416/Muna berkomitmen agar sasaran pembangunan dalam TMMD dapat memberikan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.
“Melalui Program TMMD ke-130 ini, Kodim 1416/Muna berharap rehabilitasi RTLH dapat memberikan manfaat nyata bagi penerima bantuan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, semangat gotong royong yang muncul selama proses pembangunan menjadi nilai penting yang harus terus dipelihara.
“Program ini juga menjadi bukti bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak hanya untuk menjaga keamanan wilayah, tetapi juga berperan aktif membantu mengatasi kesulitan rakyat dan mendorong pemerataan pembangunan,” pungkasnya.

